Mabuk Lem Aibon, Anak Pukul Ibu Kandung

311

radarlampung.co.id – Ernawati (40), warga Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng), tak kuasa menahan tangis ketika SR (17), anaknya, bersujud di kakinya kemarin (10/8).

Siang itu, Ernawati memang menyambangi Mapolsek Terbanggibesar untuk mengantarkan makanan bagi anaknya tersebut. Kala itu, SR terus memohon sambil menangis kepada ibunya untuk mengeluarkannya dari kantor polisi.

SR memang sengaja dititipkan Ernawati bersama suaminya Toni (42) di kantor polisi lantaran bandel. Ia mengaku tidak tahan dengan kelakuan anaknya yang sering mabuk lem aibon.

’’Kalau sudah mabuk lem aibon, dia sering membentak, memarahi, serta  memukul saya dan adiknya. Sudah keterlaluan,” ujarnya kepada wartawan sambil terisak.

Selaku orang tua, kata Ernawati yang berprofesi sebagai pemulung dan tukang cuci ini, ia ingin SR menyadari kesalahannya dan berubah lebih baik lagi. ’’Segala keinginannya saya turuti. Termasuk minta beli rokok dan lain-lain. Saya berharap pihak kepolisian bisa membina dan memberikan pelajaran bagi SR supaya berubah lebih baik. Menjadi anak yang berbakti kepada orang tua,” ucapnya sambil menyeka air mata.

Sementara, Kapolsek Terbanggibesar Kompol Saifullah mewakili Kapolres Lamteng AKBP Purwanto Puji Sutan mengatakan, pihaknya memang menerima permintaan orang tua SR untuk membinanya di mapolsek.

’’Pada Rabu (9/8) malam, saya mendapatkan telepon dari orang tua SR. Bapaknya meminta SR diamankan ke mapolsek karena sering mabuk lem aibon hingga marah serta memukul ibu kandung dan adiknya. Tujuannya diamankan supaya dibina dan ada efek jera,” katanya.

Lalu pada Kamis (10/8) pagi, ia meminta anggotanya untuk mengamankan SR dari rumahnya. ’’Kami lakukan pembinaan agar menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Terutama kepada ibu karena surga di bawah telapak kaki ibu. Kita tak akan melihat matahari jika bukan karena ibu. Kita pasti merasakan sakitnya jika anak kita memperlakukan seperti itu,” ungkapnya.

Sementara, kata Saifullah, SR tidak dimasukkan sel. ’’Tidak kami masukkan sel karena SR bukan penjahat. Hanya nakal dan kurang ajar kepada orang tua. Kalau masih tidak berubah, terpaksa kami masukkan sel,” tegasnya.

Kepada wartawan, SR sempat mengelak memukuli ibunya. ’’Nggak saya pukul. Cuma marahin aja setelah marahin adik saya yang berisik ketika sedang tidur,” katanya yang akhirnya mengaku telah menendang ibunya.

Dia mengakui sering mabuk lem aibon. Remaja kelas 2 SMP yang mengambil paket C ini mengaku belajar dari temannya anak punk. ’’Saya lihat teman anak punk mabuk aibon. Saya pun mencoba ikut-ikutan. Baru sekali itu coba,” akunya seraya terus memohon kepada ibunya untuk dikeluarkan dari kantor polisi. (sya/c1/whk)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here