Mantan Direktur RSUD Sukadana Divonis 16 Bulan

Ilustrasi: Net
- Advertisement -

BANDARLAMPUNG – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang memvonis Jhon Lukman dengan pidana penjara selama satu tahun empat bulan. Mantan direktur Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Sukadana ini dinyatakan melanggar pasal 11 juncto pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Di mana, ia menerima fee pengadaan alat kesehatan (alkes), kedokteran, dan KB.

’’Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun empat bulan, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan kota,” kata hakim ketua Syamsudin.

Selain itu, Jhon juga harus membayar denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. ”Terdakwa juga harus mengganti uang kerugian negara Rp125 juta dikurangi Rp70 juta yang dititipkan kepada penyidik serta dikurangi uang Rp35 juta yang dikembalikan saksi Suparjo,” urainya.

Dengan begitu, uang pengganti yang harus dibayarkan senilai Rp20 juta. Jika tidak, maka harta Jhon akan dilelang.  Bila belum mencukupi, diganti penjara selama enam bulan.

Hakim menyatakan, perbuatan Jhon memenuhi unsur pasal dalam dakwaan alternatif ketiga. Di antaranya unsur pejabat negara. “Unsur menerima janji atau hadiah karena sesuatu jabatan juga terpenuhi. Hal itu berdasar alat bukti yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi dipersidangan,” sebut dia.

Dilanjutkan, saksi yang dihadirkan membenarkan bahwa Jhon menerima uang. ”Patut diduga, uang tersebut diberikan merupakan kaitan dengan jabatan terdakwa,” kata hakim

Sebelumnya, JPU menuntut Jhon Lukman menjalani pidana penjara selama dua tahun. Terdakwa dugaan gratifikasi pengadaan alat kesehatan (alkes), kedokteran dan KB ini juga harus mengganti uang kerugian negara sebesar Rp50 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa Leo menyatakan, Jhon terbukti melanggar pasal 11 juncto pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Jhon terbukti menerima fee pada proyek pengadaan alat kesehatan, kedokteran, dan KB senilai Rp900 juta pada 2012 silam. Uang diberikan oleh Suhadi Riduan yang saat itu menjabat Direktur PT Mitra Bina Media sebagai penyedia alkes, kedokteran dan KB sebesar Rp125 juta. (nca/c1/ais)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY