Mantap! Herman H.N. Raih Penghargaan MA

SELAMAT PAK WALI!: Suasana penyerahan piagam penghargaan oleh Mahkamah Agung RI yang diwakili Ketua Kamar Muda Peradilan Agama Amran Suadi kepada Wali Kota Herman H.N. di gedung Semergou Pemkot Bandarlampung kemarin (18/5). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG
- Advertisement -

Radarlampung.co.id – Koleksi penghargaan nasional Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. bertambah. Kali ini, peran aktifnya memfasilitasi terlaksananya sidang keliling terpadu perkara isbat nikah diganjar penghargaan oleh Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Kamar Muda Peradilan Agama MA RI Amran Suadi di gedung Semergou Pemkot Bandarlampung kemarin (18/5). Amran menuturkan, penghargaan diberikan karena seluruh biaya pelayanan terpadu isbat nikah itu ditanggung pemkot.

’’Dalam isbat nikah diperiksa apakah nikahnya itu benar atau tidak dengan saksi orang yang melihat. Jika tidak ada yang protes dan memang benar telah menikah, akan diproses. Dan tentunya isbat nikah ini penting untuk anak mereka terkait segala keperluan administrasi,” ungkapnya.

Ya, penghargaan diberikan atas komitmen wali kota menjalankan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dalam Rangka Penerbitan Akta Perkawinan, Buku Nikah, dan Akta Kelahiran. Dalam hal ini, pemkot telah menindaklanjutinya dengan melakukan penandatanganan MoU dengan kantor Kemenag dan Pengadilan Agama dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terkait Perma 1/2015.

Amran menegaskan, dengan disahkannya pernikahan yang kemudian diberikan buku nikah tentu merupakan keuntungan bagi suatu keluarga. Semisal untuk berkas pelengkap mendapatkan bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan program pemerintah lainnya yang memerlukan dokumen administrasi yang legal.

Sementara itu, Herman H.N. menerangkan, sidang isbat nikah keliling yang digalakkan pemkot bersama pihak terkait bertujuan agar masyarakat yang sudah menikah tetapi belum memiliki buku nikah mendapat kepastian hukum. Dengan mendapatkan buku nikah, akta nikah, serta administrasi kependudukan lainnya. ’’Sidang isbat nikah keliling ini upaya kita mempermudah dan mempercepat masyarakat yang belum punya akta nikah,” jelasnya.

Dia memperkirakan ribuan masyarakat Bandarlampung terbantu dengan program ini. ’’Mungkin sudah ribuan masyarakat juga yang kita keluarkan akta nikahnya,” tutur Herman.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bandarlampung Seraden Nihan menambahkan, isbat nikah digratiskan sejak 2016. Sedikitnya terdapat 200 pasangan suami-istri yang melakukan sidang isbat di tahun 2016. Dalam hal ini Kemenag menggratiskan buku nikah, yang lantas terkait sidang isbat nikah sendiri biayanya disubsidi dari APBD Bandarlampung.

Sebanyak 200 pasangan tersebut mengikuti sidang isbat di empat zonasi. Rencananya tahun ini ditambah lagi sekitar tujuh zonasi dengan jumlah sekitar 300 sampai 400 pasangan. ’’Di mana saja tujuh zonasi tersebut, saat ini akan dipetakan dahulu. Tujuannya agar setiap kecamatan dapat lebih dekat dalam melakukan isbat nikah,” terangnya.

Dia memprediksi masih banyak pasangan pengantin di Bandarlampung yang belum memiliki akta nikah. Berdasarkan data yang mereka kantongi, pasangan yang belum mengantongi buku nikah menikah di bawah tahun 2000. ’’Dengan pelayanan terpadu isbat nikah keliling ini, mereka bisa dengan mudah mendapat buku nikah dan dinyatakan menikah dengan status legal administrasi,” pungkasnya. (sur/c1/whk)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY