’’Maskawin Palsu Buat Aku Kecewa’’

448
Ilustrasi

ENAM tahun sudah Pr (26) menjalani biduk rumah tangga dengan Rb (33). Sang suami, Rb, adalah pegawai negeri sipil (PNS). Sementara, Pr menjadi ibu rumah tangga. Pasangan ini dikaruniai satu orang anak yang telah berumur 5 tahun.

Sang anak hendak masuk taman kanak-kanak. Untuk membantu membiayai sekolah sang anak, Pr berniat menjual maskawin berupa cincin, gelang, dan kalung miliknya.

Nah, di sinilah letak permasalahannya. Ternyata maskawin yang selama ini dipakainya bukanlah emas murni, melainkan tembaga yang dimodifikasi sedemikian rupa menyerupai emas.

“Saya benar-benar kaget dan kecewa. Saya pulang ambil gelang dan kalung untuk diperiksa juga. Semuanya 50 gram. Dan itu semua palsu,” jelasnya kepada Radar Lampung di kecamatan Tanjungsenang kemarin.

Sakit hati merasa dibohongi, Pr berniat menggugat cerai Rb. Menurut dia, apa yang dilakukan Rb bukan hanya menghina dirinya tetapi keluarga besarnya.

“Dia bukan hanya membohongi saya, tetapi juga membohongi keluarga besar saya. Saya tidak tahu apakah pernikahan saya sah atau tidak,” katanya.

Padahal jika sejak awal, suaminya jujur. Mungkin dia tidak akan bertindak sejauh ini. Tetapi nasi sudah menjadi bubur. Pr pun pergi meninggalkan Rb dan membawanya anak-anaknya.

“Dia selalu cari dan telpon saya, saya bilang kalau mau minta maaf. Jangan sama saya, tapi hadapi keluarga besar saya,” tegasnya.

Sebenarnya, menurut dia, persoalan maskawin itu hanyalah puncak kekesalannya. Sebab, sudah lama Rb seolah tak memperdulikan dirinya dan sang anak. Padahal, gaji Rb sebagai pegawai negeri sipil tergolong cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Gaji Rb tak pernah diketahuinya. Pr mengaku tidak pernah dinafkahi oleh Rb. Rb pun jarang menengok keluarganya.

“Sebenarnya sudah lama tidak dinafkahi. Padahal dia bisa bekerja karena bantuan keluarga saya. Tapi entah kemana gaji nya, sampai-sampai harus jual perhiasan buat biaya sekolah anak, ” keluhnya. (yay/c1/wdi)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here