Melihat Eksistensi Sanggar Tari Radin Intan

Oktober Tampil di Kroasia, Kepala Empat Diminta Ikut Menari

PERTAHANKAN BUDAYA: Sanggar Tari Radin Intan menjaga eksistensi budaya Lampung. FOTO ARI SURYANTO/RADAR LAMPUNG
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Berkarya selama 36 tahun, Sanggar Tari Radin Intan terus menjaga eksistensi budaya Lampung. Sederet prestasi pun telah mereka ukir. Kini, para penggawa sanggar telah merasa ada ikatan persaudaraan yang kental di antara mereka.

Laporan Ari Suryanto, BANDARLAMPUNG

KENANGAN dekade ’80-an masih jelas di ingatan Maisari Berty. Ya, di masa-masa itu, keinginannya mendirikan sanggar tari sangatlah kuat. Jatuh bangun menjadi hal biasa baginya kala itu.

Alasannya apalagi kalau bukan hendak mempertahankan peninggalan kebudayaan Lampung. ’’Awal mulanya sanggar ini didirikan karena saya suka menari. Dari situ, saya dan suami berniat membuka sanggar tari. Kenapa? Karena di dalamnya terkandung nilai-nilai budaya Lampung,” ujar wanita yang akrab disapa Mami Berty tersebut.

Dirinya sangat khawatir, bila keinginan mendirikan sanggar tidak direlaisasikannya, kedepan ia tidak bisa ikut berperan mempertahankan kebudayaan tanah kelahirannya. ’’Kalau tidak kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya Lampung,” ujar Berty, di sela Reuni akbar 36 tahun Sanggar Radin Intan, di Hotel Sheraton, Sabtu (5/8).

Menurutnya, di dalam sanggar tari yang didirikan sejak tahun 1980 tersebut banyak terselip suka duka. Oleh karena itu, dia sangat berharap kejayaan sanggar ini terus bertahan. Di sisi lain pensiunan pejabat PNS Dinas Pendidikan Provinsi Lampung ini berpesan kepada para orangtua agar ikut menanamkan nilai-nilai seni budaya kepada anak sejak dini.

’’Jangan lupakan budaya Lampung ini. Salah satunya bisa dilakukan orang tuda dengan memasukkan anak-anaknya ke sanggar-sanggar budaya. Sehingga sejak dini mereka sudah belajar seni tari, musik, dan hal lainnya terkait kekayaan budaya. Jangan biarkan pengaruh budaya barat semakin mengancam budaya lokal,” pesannya.

Selama 36 tahun berkarya, sudah banyak prestasi yang ditoreh sanggar Radin Intan. Baik kejuaraan atau ivent-ivent nasional. Bahkan, sanggar ini mendapat undangan khsus mendampingi Lampungsay berkunjung ke Kroasia.

’’Insya Allah, kami Oktober nanti diundang Kedutaan Besar Kroasia untuk tampil di sana. Saya akan turut mengajak mereka yang telah senior, bahkan yang sudah (usia) kepala empat ikut menari. Sebab, alhamdulillah, prestasi mereka pun sudah banyak. Untuk diketahui, kami pernah pentas ke Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan lainnya,” papar dia.

Dia menegaskan, menari bukan hanya soal keindahan gerak dalam alunan musik. Tetapi juga upaya meningkatkan rasa peduli dan persaudaraan. ’’Melalui tarian anak-anak diajak untuk berkreasi. Anak dapat berkoordinasi dengan teman-temannya dan belajar bercerita melalui menari. Dari situ akan tumbuh rasa saling peduli antar sesama,” terangnya.

Di sisi lain, Udin Bule, murid senior Sanggar Radin Intan mengaku sangat puas dan merasa terharu atas reuni akbar yang dilakukan sanggar. ’’Kami ini sudah 36 tahun berkarya dan kami juga dibesarkan oleh sanggar Radin Intan. Banyak suka-duka di sangar Raden Intan ini,” ucapnya. (p3/c1/sur)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY