Melihat Pemusatan Latihan Lampung Sakti di Markas Brigif-3 Marinir Piabung

Setelah Salat Jumat, Latihan Menembak

ALA MILITER: Salah satu aktivitas selama pemusatan latihan jilid dua di Markas Brigif-3 Marinir Piabung. FOTO IST FOR RADAR LAMPUNG
- Advertisement -

Radarlampung.co.id – Rabu (31/5), para pemain Lampung Sakti menginjakkan kaki di Markas Komando Brigade Infanteri (Brigif) 3 Marinir Piabung, Pesawaran. Hingga tujuh hari ke depan, mereka ditempa di sana. Seperti apa kisahnya?

PASCA menang 2-1 atas Perserang Serang dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR Wayhalim, Bandarlampung, 20 Mei lalu, skuad Gajah Sakti –julukan Lampung Sakti– mendapat libur tujuh hari. Tepatnya seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan. Kesempatan itu mereka gunakan untuk berkumpul dengan keluarga.

Pada 29 Mei, para pemain kembali ke mes di Wisma Atlet, Pahoman. Dua hari kemudian (31/5), manajemen klub mengumumkan bahwa semua pemain harus berangkat ke Markas Brigif-3 Marinir Piabung untuk menjalani pemusatan latihan jilid dua. ’’Pemusatan latihan jilid satu berlangsung di Bogor sebelum kompetisi bergulir. Nah yang jilid dua di Markas Brigif-3 Marinir Piabung,” jelas Nova Arianto, pelatih kepala Lampung Sakti.

Banyak pemain yang terkejut mendengar pengumuman itu. Namun sebagai pemain profesional, tidak ada kata tak siap. ’’Terus terang, saya kaget begitu mendengar pengumuman dari manajemen klub. Tapi sebagai pemain profesional, saya siap mengikuti semua kebijakan manajemen klub,” ujar kiper Endang Subrata.

Selepas Magrib, pukul 18.30 WIB, para pemain bersama jajaran pelatih meninggalkan mes dengan menggunakan bus. Pukul 21.30 WIB, mereka tiba di markas Brigif-3 Marinir Piabung dan disambut sejumlah anggota marinir. ”Kami tak langsung istirahat. Melainkan disuruh mendirikan tenda di pinggir pantai. Setelah tenda berdiri, kami baru tidur. Tempat tidur yang kami pakai tempat tidur lipat untuk tentara,” tutur Ega –sapaan akrab Endang Subrata.

Pukul 02.30 WIB, Ega dkk. bangun untuk sahur. Setelah sahur, mereka mengaji. Semua aktifitas itu dipusatkan di tenda. Kemudian dilanjutkan sholat subuh berjamaah di masjid yang letaknya tak jauh dari tenda. Pukul 06.00 WIB, para pemain melakukan joging. ”Bisa dibilang pemusatan latihan yang kami jalani di sini ala militer. Kami disuruh joging, merangkak, memanjat jaring, dan memanjat tebing. Lalu selepas sholat zuhur aktifitis itu diulang lagi. Ada lima sampai sepuluh anggota marinir yang mengawasi kami,” sambung mantan kiper Pelita Bandung Raya itu.

Menjelang berbuka puasa, pukul 16.00 WIB, Ega dkk. berlatih untuk mematangkan teknik, memperkuat mental, dan menjaga kekompakan dibawah arahan langsung jajaran pelatih.  Dan, pemain menjalani semua aktifitas itu dalam kondisi berpuasa.  ”Selepas sholat tarawih, kami joging,” ungkap Ega.

Pemain juga berlatih menembak setelah salat Jumat. ”Menembak bertujuan melatih kesabaran dan fokus,” jelas Nova. Aktivitas lainnya adalah mendayung perahu. ”Mendayung perahu dilakukan Sabtu (3/5), jam dua siang. Aktivitas ini untuk menguji kekompakan, mengukur sejauh mana kerja sama antarpemain serta seberapa jauh mereka mampu mendayung,” urai Nova.

Mantan bek Persib itu berharap melalui pemusatan latihan ini, anak asuhnya menjadi lebih baik dari sisi stamina dan performa. ”Pemusatan latihan jilid dua berakhir besok (hari ini, Red). Di hari terakhir, kami akan menggelar laga uji coba melawan tim marinir,” pungkas Vava, sapaan akrab Nova Arianto. (cw24/c1/ewi)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY