Mengikuti Tim Patroli Perbatasan di Tapal Batas Indonesia-Malaysia

Pernah Jebak dan Tangkap Mucikari Malaysia di Entikong
105
DEMI KEDAULATAN: Para personel Polsek Entikong saat menyusuri perbatasan Indonesia-Malaysia (7/11). FOTO ILHAM WANCOKO/JAWA POS/JPG

radarlampung.co.id – Hutan rimba berbukit, akses yang tak gampang, dan ancaman hewan buas jadi makanan sehari-hari Tim Patroli Perbatasan Polri-TNI. Temuannya beragam: mulai patok batas yang rusak sampai jalur penyelundupan barang dan manusia.

Laporan Ilham Wancoko, SANGGAU

TINGGI bukit itu sebenarnya hanya sekitar 100 meter. Tetapi, elevasi atau sudut ketinggiannya yang ekstrem membuatnya tak mudah didaki. Dibutuhkan 45 menit buat sampai puncak.

Persis di atas bukit itulah pagar kawat pembatas berwarna hijau yang dibangun pemerintah Indonesia berada. Setinggi 3 meter, sepanjang 200 meter di sisi kiri dan kanan. Memisahkan Entikong (Indonesia) dengan Tebedu (Malaysia).

Ke sanalah pada Selasa lalu (7/11), Jawa Pos (grup Radar Lampung) mengikuti Tim Patroli Perbatasan Polsek Entikong yang beranggota 11 personel itu. Persisnya ke sayap kiri Pos Lintas Batas Negara (PLNB) yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, tersebut.

Hanya menyusurinya beberapa menit, tampak sebuah lubang menganga. Berdiameter 80 sentimeter. Cukup untuk dilewati orang dewasa. ’’Ini jalur penyelundup yang akan menghubungkan dengan Tebedu,’’ kata Kasubsektor Polsek Entikong Ipda Nursalim yang ikut berpatroli.

Lewat ’’jalur tikus’’ seperti itulah barang-barang seperti narkotika, minuman keras, dan rokok tanpa cukai diselundupkan. Bahkan juga dimanfaatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal untuk melintas batas.

Dan, lubang tersebut bukan satu-satunya yang ditemukan tim pada hari itu. Hanya 50 meter dari sana, kembali ditemukan lubang serupa. Dengan diameter yang kurang lebih sama.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here