Militer Hanguskan Kota Maungdaw

122
ANTRE BANTUAN: Seorang pengungsi Rohingya tengah menunggu bantuan di Cox’s Bazar, Bangladesh. FOTO: CATHAL M.C. NOUGHTON/REUTERS

radarlampung.co.id – Hangus dan rata dengan tanah. Seperti itulah gambaran Kota Maungdaw di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, saat ini.

Hampir seluruh rumah dan properti milik penduduk Rohingya di kota tersebut menjadi abu. Hanya ada satu desa yang selamat. Ratusan sapi yang ditinggalkan oleh penduduk yang mengungsi berkeliaran begitu saja di sawah.

Gambaran itu didapat jurnalis kantor berita Reuters saat berkunjung ke Maungdaw beberapa waktu lalu secara independen tanpa izin dari militer Myanmar. Maungdaw adalah kota yang terdampak paling parah oleh krisis di Rakhine.

Pembakaran besar-besaran dilakukan saat pecah konflik tahun lalu dan juga tahun ini. Hampir seluruh penduduk Maungdaw kini melarikan diri ke Bangladesh.

’’Kami takut jika polisi dan prajurit militer menembak jika mereka menemukan kami. Jadi, kami lari dari desa,’’ kata Suyaid Islam yang dahulu tinggal di Desa Yae Khat Chaung Gwa Son, Maungdaw.

Dia kini mengungsi ke Bangladesh. Menurut Suyaidi dan para pengungsi yang lain, militer Myanmar-lah yang membakar desa mereka.

Sekitar seratus orang yang memilih tetap tinggal di Maungdaw harus kucing-kucingan dengan pasukan militer Myanmar. Mereka kerap bersembunyi di hutan dan hanya makan daun-daun seadanya. Mereka yang memilih tetap tinggal itu biasanya memiliki anggota keluarga yang sudah tua sehingga kesulitan melarikan diri ke Bangladesh.

Berdasar gambar-gambar satelit yang dipaparkan organisasi Human Rights Watch (HRW) beberapa waktu lalu, tampak puluhan ribu rumah di 214 desa di Rakhine terbakar. Versi PBB, area yang terbakar seluas 20 kilometer persegi. (jpg)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here