Nah Lho! Polisi Usut Proyek Hotmix Rp6 M

Ilustrasi: Net
- Advertisement -

WayTuba Polres Waykanan memastikan tengah mengumpulkan bahan, data, dan keterangan (pulbaket) dugaan pengerjaan proyek hotmix senilai Rp6 miliar. Jalan itu dari Kampung Bukitgemuruh menuju Kampung Bukitharapan, Kecamatan Waytuba.

’’Maaf, sampai sekarang tim reskrim dan intel sedang di lapangan. Lebih enaknya nanti saya perintahkan Kasatreskrim untuk menghubungi,” ujar Kapolres Waykanan AKBP Yudi Chandra Erlianto ketika dikonfirmasi Radar Lampung kemarin (18/5).

Diketahui, puluhan warga kampung setempat sempat menghentikan pengerjaan proyek dimaksud. Sebab, selain tidak ada pelang nama proyek, pekerjaan diduga dilakukan asal-asalan sehingga sudah terjadi kerusakan di beberapa titik.

Kasatreskrim AKP Sugandhi Satria yang ketika dihubungi sedang berada di lapangan menjelaskan, pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan itu. ”Ini sesuai perintah kapolres,” katanya.

Menurut dia, secara kasat mata pekerjaan ini memang jauh dari sempurna. Namun demikian, pihaknya tetap mengedepankan azaz praduga tak bersalah. Apalagi pekerjaan ini masih dalam proses pelaksanaan dengan durasi waktu cukup lama. ”Sehingga masih ada kesempatan bagi rekanan untuk memperbaiki pekerjaan mereka,” saran Kasatreskrim.

Terpisah, Rustam yang mengaku pelaksana pengerjaan proyek membenarkan, ada beberapa titik pekerjaan mereka yang tidak sempurna. Tetapi hal itu bukan kesengajaan, melainkan karena kondisi alam yang selalu hujan. Dia berjanji segera memperbaiki pekerjaannya kembali.

”Papan nama proyek yang belum ada segera kami pasang. Pengaspalan yang  kurang baik akan diperbaiki. Perlu diketahui, dalam pengerjaan proyek ini, Andi Lingut dan perusahaannya (AM Group, Red) sama sekali tidak terlibat dan tidak ada andil. Karena proyek ini milik PT SJP (Saputra Jaya Perkasa) yang direktur utamanya Ronald,” papar Rustam. (sah/c1/ade)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY