Kamis, 24 April 2014
     
Home Nasional Alamak! LHI Panggil ’’Pustun ABG’’ Mama

Alamak! LHI Panggil ’’Pustun ABG’’ Mama

1327
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Luthfi dan Fathanah Laik Sandang Predikat Don Juan
JAKARTA – Para tersangka kasus suap pengaturan impor daging, tampaknya, pantas menyandang predikat Don Juan. Bagaimana tidak, bukan hanya Ahmad Fathanah yang dekat dan memiliki hubungan khusus dengan banyak perempuan. Hal yang hampir serupa ternyata juga dilakukan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

LHI ternyata selama ini memiliki hubungan khusus dengan Darin Mumtazah. ABG yang diketahui masih duduk di bangku kelas tiga sebuah SMA di Jakarta.

Darin selama ini tinggal bersama kedua orang tuanya di Jalan Bhineka Raya 3 RT 10/RW 9 Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jawa Timur. Para tetangga Darin mengaku beberapa kali melihat LHI datang dan menginap di rumah tersebut.

’’Bahkan, satpam di kampung sini pernah mendengar LHI memanggil mama pada Darin,’’ ujar Emi, salah seorang tetangga yang membuka warung persis di samping rumah keluarga Darin. Pernyataan Emi itu juga diamini satpam kampung, Suyitno.

’’Saya waktu itu sempat diminta memijat. Bapak itu (LHI) memanggil anak Pak Ziat (Darin) dengan kata Mama,’’ papar Suyitno. Emi dan Suyitno mengaku baru mengetahui jika pria yang kerap datang ke rumah Darin itu LHI setelah kasus suap terungkap di media.

’’Saya tahunya kalau itu pejabat partai ya setelah melihat berita-berita di televisi,’’ ucap Emi. Selama ini keluarga Darin memang tidak terlalu guyub dengan tetangga. ’’Mereka cenderung tertutup. Hanya sesekali saja Bu Umi (Ibunda Darin) keluar rumah dan menyapa warga,’’ lanjutnya. Saat keluar rumah itulah biasanya warga sedikit berbincang dengan Umi.

Cerita lainnya datang dari Ibu Hasan tetangga depan Darin. Umi pada Bu Hasan menjawab jika pria yang sering datang itu merupakan orang dari Kedutaan. ’’Tapi waktu itu saya sudah sangka kalau yang sering datang Pak Luthfi. Tapi berhubung yang ditanya menjawab begitu (orang Kedutaan) ya sudah saya biarkan saja,’’ terangnya.

Ketua RT 10/RW 9 Lisan mengatakan, rumah yang dihuni keluarga Darin sebenarnya kontrakan. Rumah dipojokkan yang cukup luas dan berlantai tiga itu disewa dari seorang bernama Saut Situmorang. Rumah tersebut disewa setahun dengan harga sekitar Rp75 juta. ’’Pak Saut dulunya orang sini, tapi sekarang pindah entah ke mana. Sejak delapan bulan lalu rumahnya disewakan ke Pak Ziat,’’ jelas pria yang biasa disapa Pak Dede itu.

Sebagai ketua RT, Lisan mengaku belum mengantongi dokumen identitas penghuni rumah itu. ’’Sejak pertama kali mengontrak sudah saya mintai dokumen-dokumen identitas tapi jawabnya ntar-ntar terus,’’ paparnya. Sepengetahuan Lisan, rumah itu memang hanya dihuni tiga orang yakni Ziat, Umi, dan Darin. ’’Setahu saja anaknya cuma satu itu saja. Dan mereka ini secara postur dan wajah sepertinya keturunan Timur Tengah,’’ lanjut pria gundul itu.

Ditanya mengenai kabar jika apakah benar Darin telah dinikah siri dengan LHI yang kerap datang dan menginap di rumah tersebut, Lisan mengaku belum bisa memastikan. ’’Kalau tetangga memang banyak dan sering melihat orang mirip LHI datang dan menginap, tapi kalau urusan keduanya sudah menikah saya belum bisa memastikan,’’ terangnya.

Jika mengacu pada rekaman pembicaraan antara Ahmad Fathanah dan LHI, bisa jadi memang kader PKS itu telah menikahi Darin. Sebab, dalam pembicaraan itu Fathanah menyebutkan LHI sudah ditunggu istri-istrinya. LHI kemudian bertanya, istri yang mana, Pustun atau Jawa Sarkiyah - Fathanah lantas menjawab Pustun.

Dalam referensi di Wikipedia, pustun berasal dari kata pashtun. Kata itu bisa diartikan sebagai sebutan etnis Pakistan, Afghanistan, Iran, atau daerah di Timur Tengah lainnya. Kata pustun biasanya juga digunakan untuk menyebut perempuan cantik dari kawasan tersebut. Darin saat ini tengah dalam pembicaraan karena beberapa kali mangkir dari panggilan KPK.

Di bagian lain, perburuan terhadap aset-aset LHI terus Digeber. Kemarin, tim asset tracing KPK mengidentifikasi sebuah rumah di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, sebagai milik Luthfi. Upaya penyitaan pun dilakukan.

Rumah tersebut beralamat Jalan Kebagusan dalam I nomor 44. Berdiri di atas lahan seluas 440 meter persegi, rumah bergaya townhouse itu kini menjadi target baru penyidik. Sebelumnya, penyidik KPK telah menyita enam mobil yang diduga terkait dengan Luthfi dari kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

’’Rencananya hari ini (kemarin) mau disita,’’ terang Juru Bicara KPK Johan Budi. Penyitaan itu terkait dengan sangkaan tindak pidana pencucian uang yang disematkan pada Luthfi. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada pergerakan dari tim penyidik yang akan menyita rumah tersebut.

Penyidik KPK tengah diburu waktu dalam hal penyitaan aset. Sebab, berkas Luthfi akan segera naik ke penuntutan. ’’Dalam pekan ini, tersangka LHI dan AF akan naik ke tahap penuntutan,’’ beber Johan. Keduanya bakal mengikuti jejak dua direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi yang lebih dahulu menjadi terdakwa. (jpnn/p6/c3/ary)

Politika

Pertanggungjawaban Anggaran PilgubPertanggungjawaban Anggaran Pilgub
Bandarlampung – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung kemarin (22/4). Kedatangan BPKP ini terkait dengan pertanggungjawaban anggaran...