Nonton Organ Tunggal, Pemuda Ditusuk

305
Ilustrasi

radarlampung.co.id – Ketegasan untuk membatasi waktu organ tunggal di Lampung Selatan harus benar-benar diterapkan. Pasalnya, hiburan yang berlangsung tanpa batas waktu bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasus terbaru terjadi di Desa Babulang, Kecamatan Kalianda, sekitar pukul 00.30 WIB kemarin (16/7). Yudi Iskandar (19), warga Dusun I, Desa Sukaratu, Kecamatan Kalianda, dianiaya oleh seseorang hingga mengalami luka tusuk di perut dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat Yudi sedang berdiri menonton organ tunggal. Lantas seseorang tidak dikenal mendekat dan langsung menusuk perut kirinya dengan senjata tajam.

’’Lukanya cukup parah. Sebab pas di bagian perut,” kata seorang warga.

Kepala Desa Sukaratu Herliyansyah membenarkan peristiwa tersebut. Namun, ia belum mengetahui pasti kronologis penganiayaan. Kasus ini telah dilaporkan ke aparat kepolisian.

’’Informasi yang kami dapat, Yudi diduga mengetahui nama dan tempat tinggal orang yang menusuknya,” kata Herliyansyah kepada Radar Lamsel (grup Radar Lampung) kemarin.

Meski Yudi diduga mengetahui identitas pelaku, Herliyansyah mengimbau pihak keluarga tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Karena, peristiwa itu sudah ditangani pihak berwenang.

”Saat ini keluarga Yudi sedang di Bandarlampung. Ia dibawa ke rumah sakit di sana. Kami akan adakan upaya damai dan jangan sampai ada keributan,” katanya.

Sementara, Camat Kalianda Erdiansyah sangat menyayangkan peristiwa  tersebut. Karena sebelumnya, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada kepala desa dan lurah melalui surat edaran agar tidak mengizinkan organ tunggal di malam hari.

“Baiknya hal tersebut dipatuhi. Kepada korban dan keluarganya, kami turut bersimpati dan dicari upaya hukum atau perdamaian agar menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” sebut Erdiansyah.

Sebelumnya, keributan di arena organ tunggal menyebabkan korban jiwa. Ini terjadi saat hiburan tersebut berlangsung di Desa Tamanagung, Kecamatan Kalianda beberapa waktu lalu.

Pjs. Kades Palas Pasemah Muslim juga mengalami luka bacok di tangan kanan dan kiri ketika berupaya melerai perkelahian pada acara hiburan organ tunggal di Desa Palas Jaya.

Pembatasan waktu organ tunggal ini sebenarnya sudah diimbau pada tiap daerah. Bahkan jajaran Polda Lampung memberikan larangan menggelar organ tunggal pada waktu malam. Imbauan ini disebar ke seluruh kabupaten/kota yang warganya masih menggelar organ tunggal malam hari.

Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan juga memberikan perhatian terhadap hiburan organ tunggal tersebut. Aturan untuk pembatasan waktu hiburan, khususnya organ tunggal disiapkan.

”Saya mendengar dan mendapatkan banyak laporan mengenai kericuhan yang terjadi saat hiburan organ tunggal sampai malam hari. Kami prihatin dengan kondisi itu. Nanti, secepatnya akan kita buat rumusan untuk mengeluarkan perbup sebelum diperdakan,” kata Zainudin beberapa waktu lalu.

Dilanjutkan, dalam menentukan aturan, pihaknya juga akan memberikan berbagai solusi. Misalnya, dengan memberikan larangan hiburan organ tunggal, harus terdapat pengganti yang memang layak dan lebih aman. (rnd/rnn/c1/ais)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here