Pasok Sabu kepada Sopir Truk

Ilustrasi
- Advertisement -

BANDARLAMPUNG – Tidak memiliki pekerjaan membuat Jasminto (24) memilih menjadi pengedar sabu-sabu. Setidaknya sudah enam bulan, warga Desa Merakbatin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, itu menjual barang haram tersebut.

Namun, langkahnya terhenti. Ia diamankan anggota Polsek Natar sekitar pukul 23.00 WIB Selasa (11/7). Polisi menyita barang bukti tiga paket diduga sabu, tiga plastik klip bekas pakai, dan dua pak plastik klip.

Kapolsek Natar Kompol Eko Nugroho mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian mengatakan, gerak-gerik Jasminto memang sudah diintai. Pemuda itu memang menjadi salah satu target operasi (TO) kasus narkoba.

”Kita memang sudah mengincarnya. Lalu diperoleh informasi keberadaan tersangka dan langsung kita tangkap,” kata Eko kemarin (12/7).

Eko menuturkan, Jasminto menjual sabu kepada sopir truk. ”Sudah enam bulan ia mengedarkan sabu-sabu tersebut,” ujarnya.

Berdasar hasil pemeriksaan, Jasminto mengaku mendapatkan sabu dari J, warga Tegineneng, Pesawaran. Saat ini sang bandar masih dalam pengejaran.

Terkait peredaran narkoba, aparat kepolisian sudah melakukan pemetaan. Ada empat kabupaten menjadi wilayah penyisiran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung.  Yakni Pesawaran, Lampung Tengah, Mesuji dan Tulangbawang.

Diresnarkoba Polda Lampung Kombes Abrar Tuntalanai mengatakan, empat wilayah itu disinyalir menjadi tempat peredaran narkoba tertinggi di Lampung.

”Ada dua target pemberantasan narkoba. Pertama orang atau pelakunya. Kemudian lokasi peredarannya,” kata Abrar beberapa waktu lalu. Namun ia tidak merinci secara detil lokasi yang menjadi sasaran pemberantasan narkoba.

Abrar mengungkapkan, pemberantasan narkoba dilakukan dari hulu ke hilir. Mulai bandar ke pengedar, kemudian ke pengguna. Selain itu, pihaknya juga rutin menyisir lokasi hiburan malam yang diduga menjadi lokasi transaksi narkoba. (pip/c1/ais)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY