Pencaker Tak Terjamin

50

BANDARLAMPUNG – Masalah lonjakan pencari kerja (pencaker) di Kota Bandarlampung tak bisa diserahkan seluruhnya pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Harus ada kerja sama yang baik antara pihak Disnaker dan pengusaha.

Menurut Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnaker Bandarlampung Muhammad Kabul, selama ini ketersediaan lapangan kerja di Bandarlampung tak sepenuhnya diarahkan kepada pencari kerja.

’’Sebenarnya ada keuntungan yang didapat jika pemberi kerja melaporkan pada kami. Karena ini bisa menjamin berkurangnya konflik yang akan terjadi di antara dua belah pihak,” kata Kabul.

Menurut Kabul, jika tidak ada bentuk pelaporan, maka kerugian apapun yang diderita kedua belah pihak berada di luar tanggung jawab Disnaker. “Kalau di bawah kita jelas kita arahkan. Nanti kita jelaskan kewajiban pengusaha seperti UMK (upah minimum kota). Syarat awal harus dipenuhi pengusaha. Kalau ada sengketa bukan salah kita jika nanti kita tidak menampung aspirasi mereka,” paparnya.

Nah, untuk jumlah pekerjaan, Disnaker juga tidak dapat memberikan angka pasti. Pasalnya, setiap perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan juga jarang yang melapor. Disnaker juga tidak dapat memaksa perusahaan untuk menambah jumlah lowongan yang mereka butuhkan. “Kalau saat ini mereka butuh satu ya mereka hanya buka satu lowongan pekerjaan saja. Kami tidak bisa memaksa bagi pengusaha itu,” jelasnya.

Untuk pelamar juga, selama ini mereka banyak yang tidak memasukkan lamaran sesuai yang disediakan. Disnaker pun tak bisa mengarahkan mereka. Diakuinya tahun lalu memang ada program yang bisa mengakomodasi pencaker dengan mengadakan  pelatihan. “Tapi sepertinya tahun ini tidak bisa karena ada keterbatasan dana,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah pencaker di Kota Bandarlampung meningkat. Itu dilihat dari permintaan pembuatan kartu pencari kerja atau AK1 atau sering juga disebut kartu kuning di Disnaker Bandarlampung.

Berdasarkan data yang didapat Radar Lampung, pada Senin (3/7), permintaan pembuat AK1 ada 46 orang; Selasa (4/7) 52 orang; Rabu (5/7) 49 orang; Kamis (6/7) 32 orang; dan Jumat (7/7) 60 orang. ’’Itu tiap hari setelah Lebaran. Peningkatannya pesat sekali. Kalau ditotal hingga triwulan dua ini, jumlahnya mencapai 2.622 orang. Ini sudah meningkat pesat dari triwulan pertama,” ujar Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnaker Bandarlampung M. Kabul mewakili Plt. Kadisnaker Pola Pardede.

”Biasanya tiap hari hanya 10 sampai 15 orang saja. Tapi pasca lebaran rata-rata mencapai 60  orang. Biasanya meningkatnya jika ada penerimaan CPNS daerah saja,” ujar imbuh Kabul.

Dia menjelaskan, meskipun permintaan pembuatan AK1 meningkat, stok blanko masih banyak tersedia di instansinya, sehingga pihaknya tidak khawatir terjadi kekurangan blanko.

Dia melanjutkan, saat ini yang membuat AK1 bukan hanya pengangguran saja, tapi juga pelamar kerja di perusahaan-perusahaan yang mensyaratkan AK1 di berkas lamaran calon karyawannya.

Dia berharap, perusahaan tidak hanya mensyaratkan AK1 untuk mendaftar kerja bagi pencaker, tetapi juga perusahaan yang membuka lowongan kerja juga melakukan pengurusan kartu AK3 agar pihaknya dapat mengarahkan pencaker yang membutuhkan pekerjaan.

”Kami ini juga sifatnya kan bertindak sebagai fasilitator pencaker untuk mendapatkan kerja. Nah, seharusnya perusahaan juga melaporkan itu pada kami. Agar, kami bisa mengarahkan pencari kerja tersebut. Sayang sekali hingga saat ini kami hanya menerima 16 perusahaan yang mengajukan permohonan. Sementara di internet banyak sekali perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan,” sesalnya. (rma/c1/fik)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here