Kamis, 18 September 2014
     
Home Pendidikan Hasil LUN SMP/MTs Bandarlampung Belum Memuaskan

Hasil LUN SMP/MTs Bandarlampung Belum Memuaskan

738
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

BANDARLAMPUNG – Hasil latihan ujian nasional (LUN) yang dihelat 123 SMP/MTs baik negeri maupun swasta se-Kota Bandarlampung belum memuaskan. Di mana hasilnya, baru 24 sekolah yang nilai rata-rata murni LUN keduanya di atas 5,5 atau sesuai standar kelulusan UN yang ditetapkan pemerintah. Sedangkan 99 sekolah lain, nilainya masih di bawah standar minimal kelulusan.

’’Ini akan menjadi bahan evaluasi. Apalagi melalui LUN ini sudah dipetakan mana sekolah yang mendapat nilai bagus, sedang, dan mana yang kurang. Begitu juga dengan siswanya. Sehingga nantinya bisa diberikan pola pembinaan yang tepat,” terang Kepala Dinas Pendidikan Bandarlampung Drs. Sukarma Wijaya.

Terlebih, lanjut dia, LUN ini tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi sampai tiga kali. ’’Di mana yang pertama telah digelar pada 4-7 Februari lalu, kemudian pada 4-7 Maret, dan terakhir 1 April nanti,” kata Sukarma saat ditemui usai membuka rapat kerja dan sosialisasi ujian nasional yang digelar Musyawarah Kerja Kepala (MKKS) SMP Kota Bandarlampung kemarin.

Dengan begitu, akan ada kesinambungan dan tolok ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang akan diujikan. ’’LUN ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan mental mereka dalam menghadapi UN sesungguhnya,” ungkap Sukarma.

Sementara, Ketua MKKS SMP Kota Bandarlampung Drs. Hi. Haryanto, M.Si. menjelaskan bahwa banyak perubahan yang akan terjadi dalam UN tahun ini. Di antaranya ada 20 variasi soal untuk 20 siswa dalam setiap kelasnya. Kemudian antara soal dan lembar jawabannya terdapat barcode sehingga tidak bisa dipisahkan atau diganti-ganti.

Dengan begitu, imbuh dia, celah untuk berbuat curang benar-benar tertutup. Karenanya, Haryanto meminta semua pihak mempersiapkan diri secara maksimal dari sekarang. Baik sekolah, siswa, orang tua, maupun masyarakat.

’’Karena kalau sudah pelaksanaan UN, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain berdoa. Hanya siswa dan kemampuannyalah yang akan menentukan hasil ujiannya,” ucap pria yang juga menjabat kepala SMPN 1 Bandarlampung tersebut.

Apalagi, kata dia, saat ini sudah ada gambaran umum kemampuan siswa berdasarkan LUN. Kemudian juga telah dipetakan dan diklasifikasikan menjadi tiga kelompok. Yaitu kelompok anak yang aman, yakni yang bisa mengerjakan LUN dengan baik. ’’Mereka ini cukup kasih stimulus, berikan soal-soal, silakan diskusi, dan kerjakan,” ucapnya.

Sedangkan yang kedua masuk kelompok waswas/mengkhawatirkan, yaitu yang peluang lulusnya masih 50:50. ’’Siswa yang masuk kelompok ini perlu segera ditangani. Kemudian juga bisa dibantu temannya atau tutor sebaya,” terang dia.

Sementara yang terakhir adalah kelompok yang perlu perhatian khusus. Untuk kelompok ini harus ditangani sungguh-sungguh. Diberikan perlakuan lebih buat meningkatkan kemampuannya. ’’Karena itu, mumpung masih ada waktu sekitar sebulan lagi, ayo kita bersama-sama melakukan upaya-upaya sistematis dan terencana untuk mempersiapkan siswa menghadapi UN,” pungkasnya. (rud/p3/c1/nui)

 

Mutiara Edukasi

Nabila Kurnia Adzan, Wisudawati Terbaik Unila Asal FKIP Jurusan Seni TariNabila Kurnia Adzan, Wisudawati Terbaik...
article thumbnailSejak Kecil Sukai Seni Tari, Tak Menyangka Jadi Lulusan Terbaik
SEBANYAK 1.374...