Pengadilan Konstitusi Pecat Presiden Korea Selatan

Park Geun-hye. (Kim Hong-ji/Reuters file photo)
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Karir Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye usai sudah. Pengadilan Konstitusi Korsel memutuskan untuk menendang Presiden Park dari jabatannya sebagai presiden pada Jumat (10/3).

Keputusan itu diambil seiring skandal suap yang melibatkan konglomerat Korsel. Dengan keputusan ini, Park menjadi presiden demokratis pertama Korsel yang dipaksa untuk hengkang dari jabatannya setelah berbulan-bulan terlibat konflik.

Dipecatnya Park datang di tengah semakin menegangnya hubungan Korsel dengan Korea Utara (Korut) dan Tiongkok, serta skandal korupsi yang berujung pada dijebloskannya konglomerat Samsung ke penjara. Setelah keputusan ini, pemerintah akan menghelat pemilu presiden dalam waktu 60 hari.

Hakim Ketua Pengadilan Konstitusi, Lee Jung-mi, mengatakan kalau Park sudah melanggar konstitusi dan hukum sepanjang pemerintahannya. Dan, meski sudah berulang kali diingatkan oleh press dan parlemen, Park tidak perduli. ”Pencopotan jabatan presiden demi perlindungan terhadap konstitusi. Kami mencopot jabatan Presiden Park Geun-hye,” kata Lee saat hearing.

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY