Pengelola Parkir Bisa Andalkan Asuransi

Ilustrasi. Foto: dok/jpg
- Advertisement -

BANDARLAMPUNG – Niatan Pemkot Bandarlampung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) meningkatkan jaminan keamanan di lahan parkir, tampaknya, tak main-main. Peraturan ketat bagi penyelenggara layanan parkir sedang digodok dalam raperda tentang penyelenggaraan transportasi Kota Bandarlampung.

Pada bagian tiga, menyangkut parkir, kewajiban dan tanggung jawab dijelaskan secara rinci. Mulai kewajiban mengawasi, keamanan, dan menertibkan lalu lintas. Penyelenggara juga wajib menyediakan karcis sebagai bukti pembayaran ruang jasa parkir.

Sementara tarifnya, sesuai dengan lama penggunaan satuan parkir. Pada pasal 37, dijelaskan setiap penyelenggara wajib mengasuransikan kendaraan yang parkir di lokasi yang menjadi tanggung jawab parkir. Di ayat keduanya, ditekankan asuransi dimaksud menanggung hilangnya kendaraan dan kerusakan yang bukan disebabkan kelalian pengemudi.

Karena masih dalam bentuk Raperda, Kepala Dishub Bandarlampung Ibrahim mengatakan hal tersebut terus dimatangkan. ’’Sekarang harus masuk DPRD dulu, ini masih berupa usulan kami saja,” ujar Ibrahim saat ditemui di kantornya kemarin.

Kepala Bidang Parkir Afrully Rahmat menambahkan, penghasilan yang didapat pengelola parkir harus disetorkan 30 persen per bulan. Selebihnya sudah termasuk biaya asuransi untuk menanggung jika ada kehilangan. ’’Bisa saja terjadi kenaikan tarif juga. Tapi kami tidak dapat memastikan secara pasti,” sambung dia.

Saat ini, Dishub juga berencana membuat satu trobosan taman parkir. Ini dimaksudkan untuk mengkoordinir parkir-parkir di luar pengelola paten. Nantinya juga akan mengajak pihak ketiga untuk mengelolanya. ’’Kita mau buat seperti di mall dan hotel tapi dipinggir jalan. Jadi nantinya bisa kita terapkan aturan yang sama, ada pengambilan preminya. Tapi kemanannya juga lengkap, ada gerbang otomatis juga,” tandasnya. (rma/c1/sur)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY