Penyelundupan Satu Ton Sabu Digagalkan

Bisa Bikin Teler 5 Juta Orang

SATU TON: Polisi mengamankan satu ton sabu-sabu yang hendak diselundupkan dari laut di Anyer, Serang, Banten, kemarin. Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan empat tersangka WNA. Satu di antaranya tewas ditembus timah panas polisi. FOTO DONI KURNIAWAN/BANTEN RAYA/JPG
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu (SS) terberat digagalkan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok kemarin. Para bandit nekat menyusupkan satu ton SS lewat dermaga eks Hotel Mandalika di Jalan Raya Anyer, tepatnya di Kampung Gudang Kopi RT 03/RW 06, Desa Anyar, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang.

Informasi yang diperoleh wartawan koran ini, polisi telah melakukan penyelidikan kasus tesebut sekitar dua bulan terakhir. Kamis (13/7) sekira pukul 01.00 WIB, petugas gabungan mengendus adanya penyelundupan SS di lokasi tersebut.

Penyelundupan dilakukan dengan menggunakan perahu karet dari tengah laut ke dermaga eks Hotel Mandalika. Sesampainya di dermaga, SS yang dikemas dalam 51 kotak dengan berat total satu ton diceburkan ke laut dan ditarik oleh empat pelaku yang bersiap di darat untuk mengangkut barang haram tersebut.

Sesampainya di darat, 27 kotak paket SS diangkut menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi (nopol) B 8103 HM dan 24 kotak diangkut Toyota Kijang Innova nopol B 1215 BCO. Diperkirakan SS tersebut bernilai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.

Petugas yang mengintai aktivitas keempat pelaku langsung melakukan penyergapan sesaat sebelum keluar pos satpam. Sempat terjadi perlawanan oleh pelaku dengan menabrak dua petugas. Petugas pun langsung melepas tembakan ke arah pelaku.

Satu pelaku, Lin Min Hui (LMH), yang diduga berperan sebagai bos tewas di lokasi penangkapan lantaran tertembak di bagian dada. Sedangkan pelaku bernama Chen Wei Cyuan (CWC) terkena tembakan di bagian kaki. Pelaku lainnya Liao Guan Yu (LGY) ditangkap, dan Hyu Yun Li (HYL) yang sempat melarikan diri berhasil diamankan kemarin sore.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan mengatakan, penangkapan empat pelaku asal Taiwan ini merupakan pengembangan penangkapan kasus narkoba di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia bahkan mengaku melibatkan polisi Taiwan dalam penyergapan empat tersangka tersebut.

’’Kami mengamankan 1 ton sabu-sabu bertepatan di Hari Antinarkoba. Ini merupakan kado besar untuk kami,” katanya kepada awak media saat memberi keterangan pers di dermaga eks Hotel Mandalika.

Dikatakan Iriawan, polisi sempat kesulitan memantau aktivitas penyelundupan itu. Sebab, distribusi sabu menggunakan perahu karet dengan mesin yang cukup halus.

’’Kami menggunakan alat canggih sehingga bisa memantau pergerakan mereka dari tengah laut. Begitu sampai di pinggir laut, barang bukti dilempar dan pelaku lainnya menarik dengan tali,” ungkapnya.

Iriawan mengaku akan menelusuri pihak-pihak terkait dalam insiden penangkapan keempat pelaku itu, termasuk mendalami berapa lama aktivitas distribusi SS melalui lokasi tersebut.

’’Kami akan dalami apakah ada keterlibatan kapal asing, termasuk keterlibatan pihak pemilik hotel. Kami akan kembangkan penggunaan lokasi ini sejak kapan dan sudah berapa kali dipakai,” ujarnya.

Untuk distribusi sabu-sabu itu, lanjut Iriawan, kemungkinan besar akan didistribusikan ke Jakarta.

Iriawan mengungkapkan, untuk menjaga kerahasiaan pelaku tidak melibatkan warga negara indonesia sama sekali. Kata dia, jalur laut memang terbilang rawan untuk dijadikan tempat penyelundupan narkoba. “Jalur laut sudah diendus lama tapi lokasinya berpindah-pindah, mungkin lengah dari Jakarta pindah ke Banten,” pungkasnya.

Sedangkan Sekretaris Desa Anyar Apria Firdaus mengatakan, pihaknya menemukan warga negara asing (WNA) asal Taiwan yang diduga merupakan HYL yang melarikan diri saat penyergapan. ’’Saya curiganya karena melihat dia menyetop semua mobil,” ungkapnya.

Apria melanjutkan, keyakinannya akan WNA yang ia temui di pinggir jalan itu lantaran melihat sepatu yang digunakan sama dengan pelaku yang tertangkap. ’’Saya langsung menelepon anggota Polsek Anyar. Dan ternyata betul dia merupakan salah satu pelaku. Pelaku itu langsung diamankan ke Mapolsek Anyar,” katanya.

Sementara, Menkopolhukam Wiranto mengapresiasi keberhasilan polisi. Dia menyatakan, tangkapan itu membuat 5 juta orang terselamatkan. Dalam analoginya, untuk 1 gram sabu mampu membuat 5 orang teler.

’’Baru hari ini saja sudah dapat dicegah satu ton narkoba dari Banten berarti kita sudah bisa menyelamatkan 5 juta manusia dari ancaman narkoba itu,” ungkap Wiranto di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, kemarin.

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY