Pilgub Bisa Head to Head

Ilustrasi
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Saat ini, empat nama bersaing ketat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 27 Juni 2018. Mereka adalah Ketua DPD Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N., petahana Gubernur M. Ridho Ficardo, dan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Jika semuanya mendapat perahu partai politik (parpol) yang menjadi syarat untuk maju pilgub, yakni 17 kursi, maka setidaknya ada empat calon gubernur (cagub). Tetapi jika ada skenario borong parpol, maka cagub bisa mengerucut dua sampai tiga orang.

Akademisi FISIP Universitas Lampung (Unila) Syarief Makhya mengatakan, prediksi jumlah cagub yang akan bertarung berkaca pada perhitungan jumlah 85 kursi di DPRD Lampung. Yang kedua, terjadinya pengerucutan jumlah cagub karena koalisi dan persaingan politik yang sulit diprediksi.

’’Kalau dilihat dari jumlah kursi, kemungkinan itu ada tiga sampai empat calon,” kata Syarief kepada Radar Lampung kemarin.

Dekan FISIP Unila ini mengalkulasi, Partai Demokrat (PD) yang memiliki 11 kursi dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 8 kursi masih berkoalisi mengusung Ridho-Bachtiar Basri sebagai pasangan calon petahana.

Kemudian Arinal diusung Partai Golkar (PG) dengan 10 kursi dan parpol papan tengah lainnya seperti PKB (7 kursi) dan PPP (4). Sementara, PKS (8) sudah bergabung dengan NasDem (8) untuk mengusung Mustafa dan tinggal kurang 1 kursi lagi. Kemudian PDIP (17) kemungkinan mengusung Herman.

’’Diperkiraan ada 4 calon. Tetapi karena keempatnya mendaftar ke PDIP, maka bisa jadi ada pengurangan jumlah calon,” ucapnya.

Karena bisa jadi partai-partai tersebut akan bergabung dengan PDIP untuk menang pilgub. Dia mencontohkan, jika PDIP mengusung Ridho, maka PD dan PAN akan bergabung PDIP.

’’Jadi sampai sekarang, kalau dari sisi penentuan arah dari koalisi yang akan terjadi, itu belum bisa. Akan memungkinkan pengerucutan calon dari yang empat jadi tiga, bahkan dua pasangan,” prediksinya.

Menurut dia, head to head bisa terjadi antara Ridho melawan Arinal. Atau Ridho versus Herman. Untuk Mustafa, Syarief mengatakan, bupati Lampung Tengah ini secara poltiik mempunyai basis politik kuat, tetapi dia belum melihat dukungan strategi cara pemenangan jangka panjangnya.

Di Lampung, kata dia, kuncinya adalah dukungan finansial yang kuat. Jika beranjak pada Pilgub 2014, kekuatan uang menjadi penentu. Saat ini, kekuatan pemilik modal yang berpengaruh signifikan sudah jelas orientasinya untuk cagub tertentu.

”Analisisnya, pemilik modal akan bermain di ujung. Dengan ukuran, cagub dengan tingkat elektabilitas tinggi, itu yang akan all out. Tidak mungkin dia mendukung calon yang tidak menang,” ucapnya.

Sedangkan peluang Herman H.N. diusung PDIP, kata dia, masih terbuka. Dari berbagai survei elektabilitas, Herman bersaing dengan Ridho, Mustafa dan Arinal. ”Hasilnya beda-beda tipis. Artinya itu sudah pasti dipertimbangkan secara politis oleh partai, apalagi Herman jadi bagian di PDIP,” imbuh dia.

Terpisah, Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Lampung Khaidir Bujung mengatakan, belum dapat memutuskan rekomendasi cagub yang akan diusung. Parpolnya juga akan melihat konstelasi politik untuk menentukan mitra koalisi. Tapi PKB cenderung akan berkoalisi dengan orientasi pilpres.

”Kalau rekomendasi, kami menunggu petunjuk DPP. Karena sifatnya, pilgub waktunya dekat dengan pilpres. Kami sambil menunggu rekomendasi provinsi lain yang juga akan menggelar pilkada serentak,” kata Bujung, kemarin.

Meski demikian, Bujung mengatakan, PKB tidak akan mengeluarkan rekomendasi di akhir waktu pendaftaran cagub ke KPU. ”Last minute biasanya dimainkan partai besar. Kita tidak hanya pilkada yang dihadapi, tapi pemilu legislatif dan presiden. Agenda yang cukup besar,” ucapnya.

Terpisah, Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lampung Hasanusi BBA., mengatakan, salah satu penilaian cagub yang mendaftar ke penjaringan ke partainya adalah penyampaian visi misi dalam rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) di Hotel Horison Bandarlampung, pada Senin (21/8).

Rapimwil akan dihadiri langsung Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy. Dalam rapimwil, pengurus DPC PPP kabupaten/kota juga akan memberikan pandangan umum terhadap cagub.

”Makanya kita bergantung daripada masukan cabang-cabang (DPC) tadi. itu nanti kita rekom ke DPP,” kata dia, kemarin.

Setelah itu, PPP segera merekomendasi cagub yang akan diusung. ”Nggak lama, sekitar September. Sepuluh hari sampai dua minggu dari rapimwil sudah keluar rekomnya. Supaya si calon tadi juga enak berbuat untuk sosialisasi, konsolidasi mereka. kalau tadi mereka kasarnya udah megang rekom kan sudah mantep,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris tim penjaringan dan penyaringan cagub-cawagub PDIP Lampung, Yanuar Irawan, mengatakan, hasil survei sangat dominan dalam mempengruhi keluarnya rekomendasi. Walaupun, faktor ini bukan satu-satunya indikator.

”Semua harus mendukung. Hasil survei bagus, dananya ada, kinerjanya juga bagus, dan loyalitasnya juga harus diuji. Semuanya penting, tapi mengukur semuanya tentu saja melalui survei,” kata Yanuar.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Watoni Nurdin menambahkan, usai fit and proper test cagub-cawagub, tim akan kembali menunggu keputusan DPP PDIP. Kalau sudah pas, DPP akan merekomendasikan cagub yang akan diusung. Namun jika masih ada materi yang perlu ditambah dari calon, maka DPP akan kembali memanggil untuk pendalaman.

’’Rekomendasi keluar di akhir Agustus atau awal September. Rekomendasi last minute sekarang tidak menjadi kebiasaan. Kami berharap cepat dan dpp bersedia. Kalau berdasarkan kesiapan calon sudah bagus, ya sudah, rekomendasi,” ucapnya. (dna/gus/c1/whk)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY