Polda Lampung Didesak Minta Maaf

Ilustrasi
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Kasus salah tangkap jurnalis SKH Trans Lampung Yudi Indrawan (34) terus menjadi sorotan. Polda Lampung didesak menyelesaikan perkara tersebut secara profesional dan transparan. Polda juga didesak meminta maaf atas peristiwa memalukan itu.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung Alian Setiadi menuturkan, kasus yang menimpa Yudi adalah bentuk ancaman terhadap kebebasan pers.

’’Apalagi di zaman demokrasi seperti ini, di mana publik berhak mendapatkan informasi, dan itu merupakan tugas pers sesuai yang diamanatkan oleh undang-undang,” ujar Alian.

Dia menjelaskan, selain meminta maaf, Polda Lampung juga harus mengusut tuntas perkara tersebut. Karenanya, ia meminta publik mengawal kasus ini hingga tuntas. ’’Harus ditindak. Tak hanya minta maaf selesai perkara. Tindak oknumnya,” tegas Alian.

Menurut dia, dari kronologis yang diperoleh, Yudi telah bertindak sesuai prosedur. Yakni dengan menunjukkan kartu pers. ’’Itu sudah sesuai kaidah etik jurnalistik,” ungkapnya.

Yudi sendiri menguasakan perkara hukum yang dijalaninya ke Lembaga Advokasi Konsultan Hukum Persatuan Wartawan Indonesia (LAKH PWI) Lampung. Menurut Direktur LAKH PWI Lampung Rozali Umar, Yudi akan kembali menjalani pemeriksaan di Bidpropam Polda Lampung.

’’Hari Jumat lalu kan hanya laporan awal. Nah besok (hari ini, Red) memberikan keterangan lagi,” ujar Rozali.

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY