Polemik KA Babaranjang Terus Disorot

Telurkan Regulasi Lokal!

MELINTAS: KA babaranjang saat melintas di tengah Kota Bandarlampung (6/3). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Saran demi saran terus mengalir terkait polemik kereta api (KA) batu bara rangkaian panjang (babaranjang). Terkait jadwal KA babaranjang yang selama ini membuat kemacetan parah serta polusi di tengah kota, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Lampung Andi Surya mengusulkan ditelurkannya peraturan wali kota (perwali).

’’Ada baiknya Wali Kota Bandarlampung (Herman H.N.) menginisiasi peraturan atas jadwal babaranjang,” ungkap Andi Surya melalui rilis yang diterima Radar Lampung, kemarin.

Menurutnya, ada dua alternatif aturan yang dapat ditempuh pemerintah kota (pemkot) Bandarlampung. Pertama, menggunakan kewenangan Perwali yang isinya mengatur secara rigid dan memerintahkan kepada pihak-pihak terkait yang mengoperasional KA babaranjang tidak boleh masuk kota. Utamanya pada pukul 06.00 wib hingga 19.00 wib.

Jika perwali ini dirasa kurang kuat, pihaknya mengusulkan kepada DPRD Bandarlampung untuk merancang peraturan daerah (Perda) terkait dengan KA babaranjang. Yakni perda yang mengatur KA babaranjang hanya boleh beroperasi malam hari saja, dari pukul 19.00 Wib hingga 06.00 Wib.

Dia menambahkan, semua Perwali atau PERDA tersebut haras memasukkan konsideran pasal-pasal UUD 45 yang berisi tentang tanah air dan udara Indonesia digunakan sebesar-besarnya untuk rakyat (bukan untuk BUMN). Ini, kata dia, mengantisipasi PT KAI, PT BA, dan Ditjen Perkretaapian menggunakan pasal UU 23/2007 tentang perkeretapian untuk mematahkan Perwali atau PERDA yang akan dirancang.

’’Dasar permasalahannya adalah KA Babaranjang ini telah mendera rakyat Bandarlampung berpuluh tahun. Sehingga terjadi macet, polusi, dan ancaman kecelakaan,” tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah solusi yang ditawarkan sulit diterima PT Bukit Asam (BA) selaku pihak pengirim batu bara. Utamanya mengenai saran agar KA babaranjang hanya beroperasional di malam hari.

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY