Polisi Jaga Ketat, HTI Batal Konvoi

KETAT: Konvoi anggota Hizbut Tahrir Indonesia Lampung yang sedianya dilaksanakan kemarin, terpaksa batal. Pengawalan polisi yang ketat membuat massa langsung beralih ke PKOR Wayhalim untuk mengikuti tablig akbar. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Rencana Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung menggelar konvoi sebelum tablig akbar harus dibatalkan. Dalam rencana awal, para peserta akan berkonvoi menuju lokasi tablig akbar bertajuk Masirah Panji Rasulullah di kompleks PKOR Wayhalim, Bandarlampung, kemarin.

Konvoi dimulai dari Museum Lampung–Jl. Z.A. Pagar Alam–Jl. Sultan Agung–PKOR Wayhalim. Tetapi sejak pukul 05.00 WIB, sedikitnya 650 personel gabungan Brimob Polres dan Polda Lampung telah mensterilkan rute konvoi.

Polisi juga terlihat mengawal ketat titik awal konvoi. Yakni di Museum Lampung. Penjagaan terlihat di Terminal Rajabasa, pintu masuk Universitas Lampung, dan halaman Museum Lampung. Penjagaan itu untuk memecah agar tak ada konsentrasi massa untuk konvoi.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono turun langsung memimpin apel di halaman Museum Lampung.

Hal ini menyebabkan para peserta aksi damai HTI tak bisa menggunakan lokasi museum. Akhirnya, para peserta memilih langsung ke kompleks PKOR Wayhalim untuk mengikuti tablig akbar.

Murbani mengungkapkan, apel dilakukan untuk pengamanan aksi HTI. ’’Apel ini dilakukan untuk mengawal aksi yang dilakukan HTI,” katanya.

Dia melanjutkan, pengamanan perlu dilakukan karena ada lapisan masyarakat yang tak setuju dengan kegiatan HTI.

’’Pihak HTI memberitahukan ke kami terkait kegiatan ini. Namun, kami tidak memberikan rekomendasi sama sekali. Tetapi, kami tetap hadir untuk mengantisipasi kerawanan. Untuk kegiatan konvoi kami blokir daripada menimbulkan kerawanan karena beberapa pihak jelas menolak kegiatan ini,” ujarnya.

Humas HTI Lampung Hamam Abdillah menjelaskan, aksi yang dilakukan HTI merupakan aksi damai. Dia juga menyatakan, aksinya dilindungi oleh undang-undang. Karenanya, dia mengaku kecewa HTI tak bisa menggelar konvoi.

’’Kami hanya menyampaikan Islam, tidak ada yang lain. Kami hanya ingin menyelamatkan Indonesia. Seperti kita ketahui, Indonesia sekarang memiliki sumber daya alam yang luas dan melimpah, tetapi kondisi umat dan bangsa Indonesia sangat memprihatinkan,” katanya. (cw24/c1/wdi)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY