Pupuk Campur Batu Beredar di Lampura

124
Ilustrasi

radarlampung.co.id – Persoalan pupuk mencuat di Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Karung pupuk nonsubsidi jenis TSP berisi bongkahan batu ditemukan.

Tak hanya itu, dalam kemasan pupuk seberat 50 kilogram tersebut juga didapati rerumputan yang bercampur dengan pupuk. Pupuk yang tak sesuai kemasan ini ditemukan oleh Patoni (40), petani asal Dusun Komi, Kelurahan Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi.

Dia menduga pupuk itu telah dioplos. Lantaran merasa tertipu, Patoni melaporkan persoalan ini ke Polres Lampura.

’’Saya melapor ke polres atas pembelian pupuk nonsubsidi jenis TSP yang diduga telah dioplos. Ini merugikan kami sebagai petani,” ujar Patoni setelah melapor ke Polres Lampura kemarin.

Menurutnya, pupuk tersebut dibeli di Kios Tani Bahagia Kotabumi, Kamis (19/10). Saat itu, dirinya membeli pupuk empat karung dengan berat dua kuintal seharga Rp310 ribu per saknya.

’’Saya beli empat karung dengan masing-masing berat 50 kg. Ketika hendak memupuk lahan singkong, ternyata isi dalam kemasan tersebut rerumputan kering dan banyak batu kerikil. Anehnya lagi, salah satu karung juga berisi karung beras Bulog,” ungkapnya.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here