|
Disambut Isak Tangis, Keysa Terus Tanyakan MamanyaJenazah Putri Mega Umboh (26) tepat pukul 16.00 WIB kemarin (27/6) tiba di Lampung, setelah sebelumnya diterbangkan dengan pesawat Garuda pukul 11.45 dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Berikut kisahnya.
Laporan Wirahadikusumah/JPNN, BANDARLAMPUNG
Istri dari Kasubdit Krimsus Polda Kepri Kompol Mindo Tampubolon dan anak sulung dari Karo Rena Polda Bali Kombespol James Umboh itu tewas dibunuh oleh pembantunya, Jumat (24/6) lalu.
Puluhan karangan bunga pun berjejer di kediaman James Umboh di kompleks Perumahan Polri Blok B2 No. 6, Hajimena, Natar, Lampung Selatan, saat Radar Lampung berkunjung ke kediaman mantan Kapoltabes Pekanbaru tersebut kemarin (27/6).
Di antaranya dari mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Purnawirawan Sofjan Jacoeb, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman, Kapolda Bali Irjen Hadiatmoko, Kapolda Lampung Brigjen Sulistyo Ishak, Wakapolda Lampung Kombespol Rusman, Dirlantas Polda Bali Kombespol Syauqie Achmad, Dirlantas Polda Lampung Kombespol Rahmat Hidayat, dan puluhan perwira tinggi serta menengah Polri lainnya.
Karangan bunga yang dikirimkan itu semuanya menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya Putri Mega Umboh, putri sulung mantan Wakapolres Lampung Barat dan Lampung Selatan tersebut.
Sementara itu, ratusan pelayat yang terdiri warga setempat dan ibu-ibu Bhayangkari serta para pejabat utama Polda Lampung duduk di kursi plastik berwarna hijau di halaman depan rumah bercat kuning tersebut, yang memang telah disediakan oleh pemilik rumah untuk menyambut kedatangan jenazah.
Beberapa di antara mereka mengobrol mengenai peristiwa yang menimpa Putri, yang tewas di tangan pembantunya Ros dan pacarnya Ujang. Tampak sekali kegeraman dari raut wajah mereka atas perbuatan pelaku pembunuhan ibu dari Keysa (2,5) tersebut.
Sekitar pukul 15.45 WIB, Wadirlantas Polda Lampung AKBP Benny Ali hadir di rumah duka dan mengabarkan jenazah akan tiba dari Bandara Radin Inten II Lampung. Tidak lama kemudian, tepat pukul 16.00, raungan bunyi sirene mobil ambulans milik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung sayup-sayup terdengar.
Raungan sirene makin jelas ketika ambulans mendekat. Sontak, bunyi sirene itu berubah menjadi suara tangisan saat mobil sampai di depan rumah duka.
Suara tangis semakin menjadi ketika peti jenazah berwarna cokelat yang ada di dalam mobil diangkut ke dalam ruang tengah rumah duka. Sementara itu, tampak ibu kandung Putri, Getwien Mosse, dan ayahnya Kombespol James Umboh serta suaminya Kompol Mindo Tampubolon dan anaknya Geisha turun dari mobil Kijang Innova hitam yang berada di belakang mobil ambulans.
Getwien yang merupakan ketua Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Lampung itu terus menangis saat masuk ke dalam rumahnya. Sementara Kombes James Umboh beserta Kompol Mindo Tampubolon tetap tegar menyalami para pelayat yang hadir di kediaman mereka.
Selanjutnya, para pelayat yang hadir ikut masuk ke dalam ruang tengah rumah duka tempat mayat disemayamkan. Sekitar lima belas menit kemudian, upacara keagamaan dilangsungkan untuk mendoakan jenazah mantan model Lampung semasa masih bersekolah di SMA Fransiskus Bandarlampung tersebut.
Sekitar setengah jam, upacara keagamaan selesai. Para wartawan media cetak dan elektronik lantas masuk ke ruang tengah rumah duka untuk menemui Getwien Mosse.
Kepada wartawan, Getwien menjelaskan, Putri merupakan anak sulungnya dari lima bersaudara, yakni Alexander Yodo Umboh, Raja Bahane Umboh, Talia Umboh, dan J.J. Umboh.
Putri lahir di Kota Ambon, Maluku, pada 24 Mei 1986 dan merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta. Getwien juga membenarkan jika anaknya pernah beberapa kali menjuarai lomba model di Provinsi Lampung ketika masih bersekolah di SMA Fransiskus, dan saat meninggal tengah hamil tiga bulan.
Pada kesempatan itu, Getwien juga sempat menceritakan kronologis kematian anaknya yang tewas akibat tujuh luka tusukan di bagian perut dan lehernya. Termasuk pengakuan dua tersangka, Ros dan Ujang, yang berencana menjual cucunya Keysa.
’’Cucu saya katanya akan dijual oleh mereka. Sebelumnya Ros juga mengaku pernah menjual dua anak kandungnya. Sedangkan Ujang pernah terlibat pembunuhan di Kabupaten Garut, Jawa Barat,’’ ujarnya didampingi suaminya Kombespol James Umboh.
Dia menyatakan, motif pembunuhan adalah ingin menguasai harta anaknya, karena barang-barang berharga milik anaknya hilang. Di antaranya uang sebesar Rp10 juta, tas Elvi senilai Rp20 juta, dan jam tangan merek Carol senilai Rp14 juta. ’’Rencananya pemakaman dilakukan besok (hari ini, Red) pagi di Pemakaman Negeri Sakti, Pesawaran,’’ pungkasnya.
Usai wawancara, para wartawan berpamitan pulang. Dan ketika berjalan keluar rumah, Radar sempat melihat Keysa digendong oleh para ibu Bhayangkari Polda Lampung. Wartawan koran ini kemudian mendekati Keysa untuk mengabadikan gambarnya dengan kamera.
Ketika itu, balita yang sempat diculik oleh pelaku pembunuhan tersebut menangis menanyakan keberadaan mamanya. ’’Mama mana, papa mana,’’ tanyanya.
Terpisah, hingga kemarin penyidik Polda Kepri terus melakukan penyidikan kasus pembunuhan Putri Mega Umboh. Kemarin, ada empat saksi lagi yang diperiksa di Sat I Reskrim Polda Kepri.
’’Saya katakan (tersangkanya) bisa bertambah kalau empat saksi yang sedang diperiksa terbukti terlibat nantinya. Namun, bisa juga pelaku hanya dua orang kalau hasil pemeriksaan terhadap empat saksi membuktikan mereka tak terlibat,’’ ujar Kabidhumas Polda Kepri AKBP Hartono kemarin.
Empat orang ini dijadikan saksi dan diperiksa karena berdasarkan barang bukti yang baru ditemukan, ada keterlibatan mereka. Namun, Hartono tak mau menyebut nama-nama mereka.
’’Jangan dululah. Keempat orang ini kan masih saksi. Nanti kalau saya sampaikan namanya ataupun inisialnya dan langsung divonis media ia terlibat, ternyata mereka tak bersalah semua, kan kasihan mereka. Melanggar HAM lo,’’ katanya.
Saat pemeriksaan terhadap empat saksi di Sat I Reskrim Polda Kepri, Senin (27/6) pukul 12.30 WIB, barang bukti yang ditemukan ikut dibawa ke ruang Sat I Reskrim. Seperti koper ukuran jumbo warna merah yang digunakan pelaku menyimpan mayat Putri, tiga pisau yang digunakan membunuh, serta kain pel bergagang kayu panjang. Bau busuk koper bekas tempat menyimpan mayat Putri menusuk hidung. Sehingga tak sedikit para polisi di reskrim yang memilih keluar ruangan menghirup udara luar. (c1/ary)
- 04/07/2011 | 10:42 - Irma Hariawang, Peneliti Candi Borobudur yang Dikaitkan d…
- 03/07/2011 | 10:38 - Muhammad Zuhdi, Tokoh Penting di Balik Tayangan Serial ’’…
- 02/07/2011 | 10:48 - Winfaidah, TKW Lampung Timur yang Kembali Berkumpul denga…
- 01/07/2011 | 11:14 - Duka Empat Keluarga TKI Lampung yang Diancam Gantung di M…
- 30/06/2011 | 10:26 - Prefektur Miyagi, Tiga Bulan setelah Dihantam Tsunami
- 27/06/2011 | 10:27 - O’Jack, Ojek Berargometer Pertama di Indonesia yang Semak…
- 26/06/2011 | 10:10 - Rosita, TKI yang Berjuang Sendiri untuk Lolos dari Hukuma…
- 25/06/2011 | 10:04 - Kosairi, Korban Kedua Imbas Kelangkaan BBM di Lampung
- 24/06/2011 | 10:51 - Keluarga Darsem, TKI Perempuan yang Bulan Depan Di-deadli…
- 23/06/2011 | 17:35 - Eka Murni, TKW Pesawaran yang Sembilan Tahun Menghilang
- 22/06/2011 | 10:47 - Kesaksian Warni, TKW Lampung, tentang Derita TKW di Arab …
- 21/06/2011 | 11:17 - Heri Aswandi (32), Korban Tewas Kebakaran Gudang BBM Ileg…
- 20/06/2011 | 10:03 - Kisah Ruyati, TKI Perempuan yang Telah Dihukum Pancung di…
- 19/06/2011 | 09:49 - Di-launching Tadi Malam, Klub Istri Taat Suami 100 Persen
- 18/06/2011 | 10:40 - Muhammad Abrary, Pembongkar Contek Massal di SDN 06 Petan…







KANTOR PUSAT: GRAHA PENA LAMPUNG, Jl. Sultan Agung No. 18 Kedaton, Bandarlampung - 35115 - Indonesia | Telp. (0721) 789750 - 782306, Fax. (0721) 789752 - 773930