Razia, Banpol PP Amankan Satpol PP

Berduaan di Kamar Hotel
630
Kendaraan operasional Banpol PP Kota Bandarlampung. Foto: Dok. Radar Lampung Online

radarlampung.co.id – Tugas yang diemban RD dan MI selaku anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung sepertinya tidak menjadi pembelajaran keduanya.

Bila biasanya Satpol PP mengamankan pasangan mesum, ini justru keduanya yang diciduk teman seprofesi lantaran diduga hendak berbuat mesum.

RD dan MI diamankan anggota Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Kota Bandarlampung sekitar pukul 12.00 WIB kemarin (20/4) dalam razia penyakit masyarakat. Mereka tidak lagi bisa menghindar kala didapati sedang berduaan di kamar Hotel Pondok Wisata, Jl. Rasuna Said, Kelurahan Gulakgalik, Telukbetung Utara.

Memang, saat didapati di dalam kamar, keduanya masih dalam kondisi berbusana lengkap mengenakan seragam dinas harian Pol PP. ’’Nggak pantas pakai pakaian dinas berdua-duaan di tempat seperti ini, (dalam kamar hotel). Niatnya berarti kan kurang baik, walau belum melakukan,” sesal Kepala Banpol PP Bandarlampung Cik Raden yang turun langsung memimpin razia tersebut.

Menurut Cik Raden, penangkapan pasangan bukan muhrim itu bermula dari informasi masyarakat sekitar yang mengaku resah atas tindakan keduanya berduaan di kamar hotel. Terlebih masih menggunakan seragam dinas. Saat itu, MI yang berstatus janda mengajak RD teman prianya menghabiskan waktu makan siang bersama di kamar hotel.

’’Seketika setelah mendapat laporan warga, anggota langsung menyelidik dan menindak keduanya,” terang Cik Raden.

Hanya saja, keduanya tidak digelandang ke kantor Banpol PP Bandarlampung. Cik Raden lebih memilih menghubungi atasan mereka untuk menjemput. ’’Komandannya sudah langsung datang menjemput sekaligus ikut memberikan pembinaan. Atasannya yang nantinya memberikan sanksi lebih lanjut,” kata Cik Raden.

Tidak hanya RD dan MI, pada razia kali ini Banpol PP Bandarlampung juga memergoki pasangan bukan muhrim lainnya, HS dan DE. Namun, keduanya tidak sampai digelandang ke kantor Banpol PP untuk didata lebih lanjut serta diberi pengarahan. Sebab, keduanya berhasil melarikan diri saat Cik Raden bersama beberapa anggota lain merazia kamar lain.

Alhasil, Cik Raden sempat naik pitam. Sebab HS dan DE sejatinya terus dalam pengawasan anggota Pol PP. Namun, yang dia sayangkan keduanya bisa dengan begitu mudahnya memacu gas sepeda motor untuk meninggalkan lokasi.

’’Ini ada apa? Apa sudah dapat uang damai? Jangan main-main dengan hal itu (uang damai, Red.). Kerja baik dan jalankan tugas sesuai prosedur. Masak mereka (HS dan DE) bisa begitu saja pergi,” bentak Cik Raden terhadap sejumlah anggota.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here