Real Raja Eropa

ANGKAT TROFI: Selebrasi para penggawa Real Madrid sambil mengangkat mahkota Liga Champions. Real sukses menahbiskan diri sebagai raja Eropa usai menggebuk Juventus 4-1 pada partai final di Millennium Stadium, Cardif, dini hari (4/1). FOTO REUTERS
- Advertisement -

CARDIFF – Liga Champions adalah habitat Real Madrid. Untuk kali ke-12-nya sepanjang sejarah kompetisi tertinggi Eropa tersebut bergulir, Los Merengues, julukan Real, berhasil merajainya. Sukses untuk selusin kalinya tersebut membuat klub-klub lain kesulitan mengejar Real dalam mengoleksi Si Kuping Besar. Rival terdekat Real dalam mengumpulkan trofi adalah AC Milan dengan tujuh gelar.

Real Juga berhasil memahatkan namanya sebagai klub yang sukses back-to-back setelah 27 tahun silam Milan dan allenatore Arrigo Sacchi terakhir melakukannya. Pada final Liga Champions kemarin (4/6) di Millennium Stadium, Real memukul Juventus dengan skor 4-1. Selisih skor kemenangan final kemarin juga salah satu yang terbesar di waktu normal dalam 14 edisi final sebelumnya. Ketika musim 2003-2004, FC Porto menang 3-0 atas Monaco.

Gol-gol Real kemarin disumbangkan oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-20 dan 64, Casemiro (61′), dan Marco Asensio (90′). Sementara Juventus mencetak gol lewat Mario Mandzukic (27′). Juventus bermain dengan sepuluh pemain karena Juan Cuadrado menerima kartu merah pada menit ke-84.

Presiden Real Florentino Perez kemarin (4/6) dalam wawancara dengan radio Cadena Ser memuji setinggi langit gelar Duodecima yang dipersembahkan oleh entrenador Zinedine Zidane.

“Zidane bisa terus berada di Real Madrid sepanjang sisa hidupnya. Semua fan Real sangat berterima kasih kepadanya, dia mengangkat level tim ini sejak kedatangannya pada 2001 lalu,” kata Perez.

Perez memang pantas berterima kasih kepada “angsa emas” miliknya tersebut. Jika pada masa kepemimpinannnya yang pertama (2000-2006) hanya sekali Real mengangkat mahkota Liga Champions, maka periode kedua ini (2009-sekarang) sudah tiga kali nama harum di Eropa dirasakannya (2013-2014, 2015-2016, dan 2016-2017).

“Dengan kemenangan ini, dia (Zidane, Red)  adalah pelatih terbaik di dunia. Dia telah menjadi pelatih tim ini buat 17 bulan akan tetapi dia sudah melakukan semua yang mungkin dilaksanakan,” tutur pria 70 tahun tersebut.

Setelah menang La Liga musim ini juga Liga Champions dalam dua tahun berturut apa lagi yang akan dikejar Real? Perez belum mengungkap dengan jelas apa target musim mendatang. Namun yang pasti posisi Zidane sebagai Raja Midas Real saat ini tak akan diperdebatkan.

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY