Ringkus 12 Orang Terkait Teror Tabrak-Tusuk

266
BERJAGA: Polisi bersenjata berjalan menyusuri eskalator di dekat stasiun London Bridge setelah sebuah serangan menewaskan 7 orang dan membuat puluhan lainnya cedera di London, Inggris, kemarin (4/6). FOTO PETER NICHOLIS/REUTERS

Radarlampung.co.id  Berbekal rompi peledak palsu, tiga teroris menebar kengerian di ibu kota Inggris, Sabtu malam waktu setempat (3/6).

Namun, Kepolisian Metro London (The Met atau Scotland Yard) bekerja cepat. Dalam waktu delapan menit, teror diatasi. Perdana Menteri (PM) Theresa May memuji kinerja polisi dan memastikan pemilihan umum (pemilu) 8 Juni tetap berlangsung sesuai jadwal.

’’Serangkaian teror yang kita hadapi belakangan ini mungkin tidak berkaitan satu sama lain. Tapi, tetap ada yang sama. Yakni, para teroris itu sama-sama menganut ideologi jahat ekstremisme yang mengajarkan kebencian, menabur perpecahan, dan mengagungkan sektarianisme,” ungkap May. Sabtu malam, dia langsung menggelar rapat darurat dengan para petinggi pemerintahan, khususnya para pejabat keamanan.

Kemarin (4/6), polisi merazia kawasan Barking di pinggiran London. Di wilayah majemuk yang menurut Sky News merupakan tempat tinggal salah seorang pelaku teror itu, aparat menangkap 12 orang. Mereka ditangkap di salah satu flat di sana. Menurut beberapa penghuni flat, salah seorang pelaku tinggal di sana selama sekitar tiga tahun. Dia juga punya istri dan dua anak.

Selain mengamankan 12 orang, polisi melakukan peledakan dengan melibatkan tim penjinak bom. Sebab, aparat menemukan sejumlah bahan peledak di tempat tinggal pelaku. Tak lama setelah penangkapan itu, polisi mengumumkan bahwa insiden terbaru di salah satu kota tersibuk dunia tersebut tidak berkaitan dengan serangan-serangan yang lain.

”Ada ancaman baru yang kita hadapi bersama. Sebuah tren yang kini menjadi tantangan buat kita semua. Kita tidak bisa memungkiri bahwa para pelaku ini melancarkan aksinya karena terinspirasi serangan-serangan sebelumnya. Mereka saling meniru,” kata May dalam jumpa pers di Downing Street 10 setelah memimpin rapat Cobra yang tertutup untuk media.

Teror London Bridge itu mirip dengan serangan sebelumnya di Palace of Westminster alias gedung parlemen di ibu kota. Sama-sama ada mobil dan senjata tajam di sana. Bedanya, serangan Sabtu malam itu melibatkan tiga orang. Sedangkan serangan Maret lalu dilancarkan pelaku tunggal yang diidentifikasi dengan Khaled Masood.

Untuk menambahkan kesan berbahaya, tiga pelaku teror Sabtu malam lalu menambahkan rompi peledak palsu dalam penampilan mereka. Melihat rompi peledak yang dikenakan mereka, publik memang sempat panik. Mereka cepat-cepat lari menjauhi para pelaku yang bisa saja meledakkan diri sewaktu-waktu. Teror Manchester yang melibatkan pelaku bom bunuh diri masih sangat segar dalam ingatan mereka.

Kemarin sebagian besar partai politik menunda jadwal kampanye. Itu merupakan penundaan kampanye kali kedua sejak May memutuskan menggelar pemilu pada 8 Juni mendatang. ”Seluruh aktivitas kampanye akan kembali berjalan normal Senin besok (hari ini, Red),” katanya. Perempuan 60 tahun itu juga menegaskan bahwa jadwal pemilu tidak akan berubah pada Kamis (8/6).

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here