Rumah Sakit Wajib Tegakkan SOP

93
Ilustrasi

radarlampung.co.id – Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung serta beberapa rumah sakit swasta belakangan benar-benar mendapat sorotan banyak pihak. Selain datang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung serta DPRD Lampung, tanggapan terkait kinerja rumah sakit di provinsi ini juga datang dari kalangan akademisi.

Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan managemen rumah sakit guna mengurangi kesalahpahaman antara pihak rumah sakit dan keluarga pasien. Demikian diungkapkan Eko Budi Sulistio, pengamat kebijakan Publik dari Universitas Lampung (Unila).

Pertama, pihak rumah sakit wajib memperjelas Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus benar-benar ditaati pegawainya. ’’Di era modern saat ini, semua pelayanan harusnya punya SOP sendiri. Agar tidak ada lagi kesan nego-nego dengan pasien di akhir pelayanannya,” ujar Eko.

Dia berpesan pihak rumah sakit lebih baik mengedepankan transparansi biaya sejak awal. Hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang Pelayanan Publik nomor 25 tahun 2009.

Kemudian, pihak rumah sakit diharapkan untuk tidak pernah menolak pasien. Dalam kondisi apapun. Terlebih untuk Bandarlampung banyak rumah sakit yang biasanya ramai pasien rujukan dari daerah.

Selanjutnya, seluruh petugas yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat harus diberikan pelatihan khusus. Tujuannya agar tidak hanya pimpinan rumah sakit saja yang tahu SOP yang berlaku. ’’Kalau nantinya ada kekeliruan antara BPJS dan pasien, harusnya bisa diselesaikan menyusul. Jangan seperti contoh terakhir tak bisa membawa pulang anak jenazah dengan ambulans yang akhirnya menggunakan travel,” sesalnya.

Padahal, sambung dia, pelayanan kesehatan menjadi prioritas. Apalagi, BPJS sebenarnya sudah bisa mengkover semua biaya. Seluruh warga yang ikut serta dalam BPJS mandiri pun diwajibkan membayar iuran per bulannya.

Menyikapi polemik yang kerap membuntuti kinerja rumah sakit, Pemprov Lampung menyakatakn ambil sikap. Khusnya menindaklanjuti tragedi penahanan kepulangan pasien RSUDAM. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Hery Suliyanto berjanji memanggil manajemen RSUDAM untuk mendapat kejelasan terkait hal tersebut.

’’Insya Allah Senin (13/11) kami panggil (manajemen RSUDAM) untuk diklarifikasi mengapa sampai terjadi seperti itu,” ujarnya kepada awak media di kompleks sekretariat Provinsi Lampung Jumat (10/11).

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here