Selidiki Dugaan Penyimpangan Lahan untuk JTTS

Tanah Hibah Pemprov Dibuat AJB agar Dapat Ganti Rugi

Jalan Tol Trans Sumatera. (Foto: Tommy Saputra/antara)
- Advertisement -

BANDARLAMPUNG – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung meminta keterangan sejumlah saksi terkait dugaan penyimpangan pembebasan lahan aset Desa Jatimulyo, Jatiagung, Lampung Selatan. Sejauh ini, belum ada tersangka yang ditetapkan.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Heri Sumarji membenarkan pihaknya menyelidiki dugaan penyimpangan lahan untuk Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tersebut. ’’Masih diselidiki. Kami meminta keterangan saksi-saksi. Kami melihat dulu seperti apa sejarah kepemilikan tanah tersebut,” kata Heri kemarin (16/7).

Menurut Heri, saksi yang dimintai keterangan lebih dari lima orang. ”Yang pasti lebih dari lima orang. Saya lupa berapa jumlah pastinya,” sebut dia.

Berdasar informasi yang dihimpun Radar Lampung, dalam kasus ini, penyidik Ditreskrimum Polda Lampung memanggil sejumlah kepala desa (Kades). Mereka dimintai keterangan terkait hibah tanah Pemerintah Provinsi Lampung. Namun, lahan tersebut dibuat akta jual beli (AJB) agar mendapatkan ganti rugi pembebasan untuk JTTS.

Bermula ketika ada pembebasan lahan untuk jalan tol di kecamatan tersebut. Dalam prosesnya, ada sekitar delapan hektare lahan untuk keperluan desa di Dusun Jatisari, Desa Jatimulyo, Jatiagung yang terkena pembangunan jalan tol.

Lantaran lahan tersebut milik Pemprov Lampung, pembebasan tanah tidak bisa dilakukan. Diduga ada oknum yang memanfaatkan kondisi ini dengan membuat AJB agar bisa mendapatkan dana pembebasan.

Awal Desember 2016, pencairan ganti rugi tanah yang sudah dibuatkan AJB dilakukan. Nilainya mencapai sekitar Rp28 miliar. Atas dasar itu, Polda Lampung melakukan penyelidikan. (yud/c1/ais)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY