Semenanjung Korea Semakin Panas

Korut Gelar Latihan Militer Terbesar
248
SIAGA PERANG: Militer Korea Utara menembakkan ratusan rudal dalam latihan artileri terbesar yang digelar di kota pelabuhan Wonsan. FOTO REUTERS

radarlampung.co.id – Korea Utara (Korut) kembali unjuk kekuatan. Selasa (25/4), mereka melangsungkan latihan besar-besaran di tepi Pantai Wonsan untuk memperingati ulang tahun ke-85 militernya. Berdasar paparan pejabat Korut kepada CNN, itu merupakan latihan terbesar yang pernah dilakukan negara yang dipimpin Kim Jong-un tersebut. Ada 300–400 senjata artileri jarak jauh yang dilibatkan. Jong-un hadir saat latihan berlangsung.

Aksi tersebut berbarengan dengan latihan bersama militer Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) di Laut Kuning. Di hari yang sama, kapal selam USS Michigan milik AS yang bisa membawa misil balistik dan misil penjelajah juga merapat di pelabuhan Korsel.

’’Militer kami memonitor secara ketat pergerakan militer Korut”. Demikian bunyi pernyataan dari kantor kepala staf gabungan Korsel. Kantor kepresidenan Korsel langsung menggelar rapat darurat untuk membahas masalah Korut.

Korsel pantas panik. Selama ini Korut memang kerap unjuk kekuatan militer, tetapi tidak pernah sebesar kali ini. Terlebih, latihan kali ini bersamaan dengan memanasnya hubungan antara Korsel-AS dan Korut.

Alex Neill, dosen senior di International Institute for Strategic Studies Asia, mengungkapkan bahwa latihan yang dilakukan Pyongyang adalah pesan untuk Seoul. Korut ingin mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Korsel masuk jangkauan artileri Pyongyang. Jadi jika sampai diprovokasi, Korut bisa menyerang Seoul dan kota-kota di sekitarnya dengan mudah.

Korsel juga harus waspada karena nuklir dan senjata kimia bisa ditembakkan dengan artileri yang dipakai latihan oleh Korut. ’’Karena Korut memiliki stok senjata kimia terbesar, artileri bisa digunakan untuk menembakkannya. Gas sarin tidak harus dijatuhkan (dari pesawat, Red),” ujar Neill.

AS menanggapi serius masalah di Semenanjung Korea. Kemarin (26/4), Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Menteri Pertahanan Jim Mattis, Direktur Intelijen Nasional Dan Coats, serta Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford menggelar rapat masalah Korut di Gedung Putih dengan seluruh anggota Senat AS. Belum diketahui hasil dari rapat tersebut.

Secara de jure, Korsel dan Korut masih berperang. Sebab, Perang Korea tidak pernah benar-benar berakhir. Kedua negara hanya sepakat untuk gencatan senjata sejak 1953. Karena itu, ketegangan terus menjalar di kedua pihak. Saling gertak dengan pamer kekuatan militer juga kerap terjadi. Namun, ketegangan meningkat sejak Donald Trump dilantik sebagai presiden AS. (reuters/cnn/jpg/c1/wdi)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here