Sentuh Hati Tersangka agar Bertobat

84
MENURUN: Kapolda Lampung memimpin ekspose kasus C3, penyalahgunaan senjata api, dan penganiayaan berat yang diungkap sejak awal November, Senin (13/11). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Polda Lampung menerapkan cara baru untuk menangani pelaku kejahatan. Yakni melalui pendekatan dari hati ke hati. Sebab, kekerasan tidak menjamin seorang penjahat berhenti mengulangi perbuatannya.

Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo mengatakan, berdasar penelitian, pelaku kejahatan rata-rata residivis. ’’Biasanya, kalau dia (tersangka, Red) keluar penjara, maka akan mengulangi lagi kejahatannya. Nah, kita sentuh hatinya supaya dia bertobat. Dengan begitu, saat keluar penjara, tidak mengulangi kejahatannya lagi,” kata Suroso saat ekspose di Mapolda Lampung, Senin (13/11).

Pendekatan dari hati ke hati ini dilakukan Suroso dengan mendatangi para tersangka. Dengan pelan, ia mengajak para bandit ini berbicara. Hasilnya, mereka menyatakan akan bertaubat.

Salah satunya disampaikan Febri Pratama (19), warga Suoh, Lampung Barat. Tersangka kasus dugaan pencurian ini menyatakan tidak ingin mengulangi perbuatannya. ”Saya taubat. Nggak mau lagi mencuri dan melanggar hukum. Ini yang terakhir,” tegasnya.

Sementara dalam ekspose kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau C3 tersebut, Suroso menyatakan terjadi penurunan tindak kejahatan sejak awal November. Ini berdasar data perbandingan kasus C3 dan penyalahgunaan senjata api dari September-Oktober 2017.

Pada September, jumlah tindak pidana (JTP) mencapai 356 kasus dan pelaku tindak pidana (PTP) 262 orang. Bulan berikutnya, tercatat 285 JTP dan PTP 176 orang. Artinya terjadi penurunan sebesar 11,84 persen.

“Kurang lebih bulan ketiga saya di sini (Polda Lampung, Red), tiap minggu digelar tersangka dan barang bukti. Khususnya kejahatan konvensional. Trend kecenderungan kejahatan menurun hingga 11,84 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya,” urainya.

Dilanjutkan, terhitung mulai 3-10 November, Polda Lampung dan jajaran telah mengungkap kasus C3, penyalahgunaan senjata api dan penganiayaan berat. Tercatat 27 kasus dengan 26 tersangka.

”Barang bukti yang diamankan sebanyak 45 macam. Terdiri dari satu unit R4 (mobil, Red), 13 R2 (sepeda motor, Red), sepucuk senpi, amunisi empat butir, dua bilah sajam, dua kunci letter T, dan lain-lain 22 macam,” papar Suroso.

Lebih jauh Suroso mengungkapkan, pengungkapan kasus ini tidak seperti sebelumnya yang mencapai ratusan. Sebab, dari beberapa kasus atau jenis kejadian, berkurang karena berbarengan dengan Operasi Zebra. (yud/ais)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here