Setnov Tunjuk Idrus Plt. Ketum

Ketua MPR: Citra Lembaga Negara Hancur!
210
Setya Novanto. (Ist)

radarlampung.co.id – Partai Golongan Karya langsung melakukan langkah-langkah konsolidasi pasca penahanan Ketua Umum (Ketum) Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Penunjukan pelaksana tugas (Plt.) Ketum menjadi agenda pertama yang akan diputuskan Partai Golkar.

Sejumlah nama berpeluang menjadi Plt. Ketum, namun Setnov selaku Ketum juga telah mengambil haknya dengan menunjuk Sekretaris Jenderal Idrus Marham sebagai Plt. Ketum Golkar.

Jika tidak ada aral melintang, penetapan Plt. Ketum akan masuk sebagai agenda utama rapat pleno Partai Golkar yang berlangsung hari ini. Munculnya nama Idrus sebagai sosok Plt. Ketum disampaikan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono. Agung menyebut bahwa Idrus menyampaikan langsung pada dirinya kalau sudah mendapat mandat dari Setnov untuk menjabat posisi Plt. Ketum.

’’Tadi pagi (kemarin, Red) Idrus ke rumah saya, menyampaikan itu kepada saya,” kata Agung usai rapat Dewan Pakar Partai Golkar di kantor DPP kemarin (20/11).

Agung menyebut bahwa Idrus tidak memperlihatkan surat penunjukan itu kepadanya. Namun, dirinya meyakini saat pleno nanti Idrus menyampaikan sikap dari Setnov itu. Dalam hal ini, dewan pakar siap mendukung keputusan Setnov terkait penunjukan Plt. Ketum itu. ’’Kami mendukung keputusan Ketum Golkar atas saudara Idrus,” ujarnya.

Hanya, dewan pakar sedikit berbeda dengan Setnov soal posisi Sekjen yang bakal ditinggal oleh Idrus jika benar menjadi Plt. Ketum. Setnov dalam hal ini menunjuk Ketua Bidang Eksekutif dan Legislatif Yahya Zaini sebagai Sekjen. Dalam hal ini, dewan pakar merekomendasikan tiga nama lain, yakni Agus Gumiwang Kartasasmita, Lamhot Sinaga, atau Sarmuji sebagai Sekjen.

’’Kami nilai Pak Yahya sudah mendapat tugas untuk persiapan pemilu, itu jauh lebih berat,” kata Agung terkait pertimbangan menolak Yahya.

Namun, lanjutnya, rekomendasi dewan pakar itu tentu tidak bersifat mutlak. Surat rekomendasi itu  nantinya disampaikan kepada DPP untuk disampaikan pleno sebagai bagian dari pertimbangan. ’’Keputusan sepenuhnya ada di DPP, bisa diterima seluruhnya, diterima sebagian, kami harap jangan ditolak lah,” ujarnya.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here