Stok Daging 4 Bulan ke Depan Aman

47
CEK DAGING: Tim Satgas Pangan Lampung mengecek proses pengolahan daging di rumah potong hewan (RPH), Jumat (11/8) dini hari. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG

BANDARLAMPUNG – Pengecekan berantai terkait stok daging dilakukan tim Satgas Pangan Lampung. Usai menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan feedloter pada Kamis (10/8) siang, tim melanjutkan pengecekan ke rumah potong hewan (RPH), Jumat (11/8) dini hari.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirkrimsus) Polda Lampung AKBP M. Anwar mengatakan, pengecekan ke beberapa RPH dilakukan untuk melihat proses pemotongan dan harga dari daging tersebut. ’’Kami cek stok daging berikut harganya dari hulu ke hilir,” ungkap Anwar.

Dia menjelaskan, tim melakukan sidak ke dua RPH. Pertama, tim menyambangi RPH Waylaga, Panjang. Di RPH ini pedagang membeli langsung sapi di feedloter. Namun, pedagang harus membayar retribusi dan jasa pemotongan.

Kedua, sidak menyasar tempat pemotong hewan (TPH) Susunan Baru. Dimana, pemilik TPH lebih dulu membeli sapi di feedloter, kemudian memotong, baru kemudian para pedagang membeli dagingnya di TPH ini. ’’Jadi kalau di RPH pedang membeli sapi dan dipotong di situ. Kalau TPH pedagang langsung membeli dagingnya saja,” ujarnya.

Menurut Anwar, para pemilik sapi yang ingin memotong sapinya ke RPH, akan dipatok harga kisaran Rp45-50 ribu per kilogramnya. ’’Setelah itu dari agen didistribusikan ke pasar dan dijual ke konsumen dengan harga Rp115 sampai Rp120 ribu,” bebernya.

Anwar menambahkan, pengecekan daging menjelang Idul Adha bertujuan agar stok daging tidak habis sampai empat bulan ke depan. Dan sistem pemotongannya bisa dijamin halal.

’’Kami dari satgas pangan akan selalu mengawasi harga daging tidak melonjak naik. Tindakan antisiapasi dilakukan dengan meninjau ke lapangan. Apabila ada kelonjakan dan kelangkaan kami akan turun ke lapangan dan mengecek. Bahkan nanti kami akan turut mengecek beras, gula, dan lainnya,” pungkasnya.

Sidak yang dilakukan tim satgas pangan ini terdiri dari jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung serta Dinas Kesehatan dan Hewan. (yud/c1/sur)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here