Suami Bantai Istri dan Anak

1045
DIBANTAI SUAMI: Jenazah Suwarni, yang dibunuh suaminya sendiri, saat dinaikkan ke dalam mobil jenazah semalam. Caisar diduga tega membunuh istri dan anaknya lantaran mengaku mendapat bisikan gaib. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Warga Dusun Margomulyo 1, Desa Margomulyo, Tegineneng, Pesawaran, geger. Caisar Marifatul Kudus (33) dengan membabi buta membacok Tri Suwarni (29) dan Berlian (2). Keduanya tak lain adalah istri dan anak Caisar. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB kemarin.

Judi Marsono (44), kepala desa setempat, mengatakan, aksi pembacokan itu kali pertama diketahui oleh Kedah, ibu Suwarni. Dia mendengar suara ribut-ribut dari ruang tengah. ’’Kemudian ada suara bacokan. Saat dilihat, cucu sama anaknya sudah terkapar,” katanya kepada wartawan koran ini di rumah duka semalam.

Caisar membacok Suwarni dan Berlian di bagian kepala berkali-kali. Puas membacok darah dagingnya, Caisar pergi ke arah barat dengan menenteng golok. Sementara Suwarni sempat keluar rumah sambil menggendong Berlian. ’’Oleh warga, keduanya dibawa ke RS Natar Medika. Tetapi, keduanya meninggal di perjalanan,” terang Judi.

Selang sejam, Caisar kembali ke rumahnya dan menanyakan keberadaan anak dan istrinya. Polisi dan warga berusaha membujuk Caisar untuk menyerahkan goloknya. ’’Saat ia melepaskan golok, langsung diamankan polisi,” katanya.

Keluarga Caisar baru sebulan tinggal di dusun tersebut. Sebelumnya, mereka tinggal di Dusun Ogan Dua, Desa Trimulyo, Pesawaran. Selama ini, Caisar dikenal pendiam dan suka melamun. Dia juga tak bekerja. ’’Menurut informasi, sudah sekitar satu tahun suka menyendiri dan pemalas. Dia juga tidak terlalu berbaur dengan warga,” paparnya.

Suwarni, lanjut Marsono, pernah cerita kalau Caisar mengaku mendapat bisikan gaib. Bisikan itu diterima Caisar sebelum Lebaran. ’’Dia sempat berucap ke istrinya kalau dapat bisikan untuk membunuh istri dan anaknya,” katanya.

Sukardi (35), kakak kandung Suwarni, menyatakan, adik iparnya itu kerap menjalani ritual. ’’Di kampung pelaku, Ogan II, dia sudah sering dirukiah,” katanya di RS Natar Medika kemarin.

Salah satu tingkah nyeleneh Caisar pernah berlari-lari di kompleks kuburan. Menurut Senen (67), tetangga Caisar, sejak itu warga menganggap Caisar mengalami masalah kejiwaan.

Sudiro (67), paman Suwarni, menjelaskan, keponakannya tewas akibat dua luka di kepala. Suwarni juga menderita luka di lengan kanan dan punggung. Sementara Berlian (2) mengalami luka bacok di kepala.

Terpisah, Kapolsek Tegineneng Iptu Syamsul Rizal membenarkan terjadinya peristiwa itu. Saat ini, lanjutnya, tersangka telah diamankan di Mapolsek Tegineneng. Kasus ini, kata dia, akan dilimpahkan ke Polres Pesawaran. ’’Anaknya menderita satu luka bacok. Sedangkan istrinya tiga luka bacok,” katanya di rumah duka semalam.

Rencananya, hari ini jenazah Suwarni dan Berlian dimakamkan di kompleks pemakaman umum setempat. Pantauan wartawan koran ini semalam, rumah duka sudah didatangi para pelayat dan keluarga korban. (pip/nea/ozi/c1/wdi)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here