’’Suamiku Tak Menghargaiku’’

Ilustrasi
- Advertisement -

MENJALANI bahtera rumah tangga selama 19 tahun tidak membuat TE (45) mengurungkan niatnya untuk berpisah dengan ED (45). Bagi TE, tiada lagi alasan yang tersisa untuk terus hidup bersama pria yang telah memberinya dua anak ini.

Keinginan TE untuk berpisah sebenarnya telah dia rasakan sejak memasuki tahun ketiga pernikahannya. Tepat setelah melahirkan putra keduanya. Alasannya, dia merasa suaminya tidak menghargai dan memperlakukannya dengan baik.

’’Setelah menikah ini, saya baru tahu kalau ternyata dia (ED, Red) kasar. Kasar secara verbal. Saya merasa bukan manusia, apalagi kalau saya sudah buat salah. Seolah-olah saya orang yang paling nggak becus, paling bego,” ujarnya.

Sebagai seorang pengajar pada salah satu SMA di Bandarlampung, TE cukup populer di sekolah dan dekat dengan anak-anak. Dia pun sering kedatangan tamu dari murid-muridnya. Baik untuk urusan tugas sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Namun, sikap tidak bersahabat sering ditunjukkan suaminya saat murid-muridnya datang. Terkadang itu terjadi juga dengan tamu-tamunya yang lain. Sehingga dia merasa dipermalukan.

”Namanya rumah tangga pasti ada konflik. Tetapi apa iya saat kita ada tamu, atau melayani anak murid, hal itu ditunjukkan. Jadi seperti menunjukkan ke orang-orang kalau saya tidak becus mengurus rumah tangga,” ungkapnya.

Kedua anaknya pun sering diperlakukan hal yang sama. Malahan, anak-anaknya yang meminta TE untuk berpisah dengan suaminya. Mereka juga tidak tahan harus melihat ibunya selalu menangis.

”Saya menahan ini bertahun-tahun, karena anak-anak saya masih kecil dan sekolah. Tapi sekarang mereka sudah besar dan ada yang kuliah di luar kota,” ujarnya.

Sejak dua tahun lalu, TE mulai tinggal dengan orangtuanya. Karena merasa bersalah harus mempertahankan hubungan, namun dirinya tidak lagi menunaikan kewajiban sebagai istri. TE pun saat ini mengurus berkas perceraian mereka.

”Kalau bertahan begini, saya yang dosa. Saya sudah nggak mau sama dia, walaupun dia memohon-mohon. Tapi kalau masih berstatus istri, saya yang salah karena kewajiban istri tidak saya kerjakan,” lanjutnya.

Saat ini dia masih berusaha mengajukan berkas perceraian dengan pimpinannya. Sebab sebagai pegawai negeri sipil (PNS), pengajuan perceraian cukup sulit karena selalu disarankan untuk rujuk kembali. (yay/c1/whk)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY