Senin, 1 September 2014
     

Berikan Efek Jera!

361
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

KINERJA Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) daerah mendapat sorotan. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kualitas pengadilan tipikor semakin menurun kualitasnya. Terlihat dari tren vonis ringan dan vonis bebas yang terjadi Pengadilan Tipikor daerah. Ini sebagaimana terungkap dalam diskusi publik Evaluasi Pengadilan Tipikor di Indonesia kemarin (13/3).

ICW mencatat, sepanjang 2005 sampai 2009, tren vonis bebas tinggi, sekitar 50 persen. Memang saat ini sudah berkurang, diganti dengan tren vonis ringan. Selain vonis ringan dan bebas, hal yang disesalkan adalah tidak ada perintah penahanan terhadap terdakwa dalam amar putusan majelis hakim. Terdakwa dibiarkan mendapatkan status tahanan kota.

Salah satunya kasus terdakwa korupsi penyusunan masterplan Kota Medan, Harmes Joni. Ia tetap menghirup udara bebas meski sudah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Medan 2012 lalu.

Bahkan, mantan Kepala Bappeda Kota Medan ini terkesan mendapat perlakuan khusus lantaran tidak pernah menjalani penahanan sejak ditetapkan Polda Sumut sebagai tersangka 7 September 2009 hingga divonis bersalah. Jonny Sihotang, ketua majelis hakim yang memeriksa perkara ini, tidak memerintahkan penahanan terdakwa.

Jika sudah begini, efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi sulit diberikan. Pasalnya, setelah divonis, terdakwa malah berkeliaran, jadi tahanan kota. Ini sudah sering terjadi di beberapa daerah.

Karena itu, melihat kualitas Pengadilan Tipikor yang tidak sesuai harapan ini, pemerintah diharapkan memberi evaluasi khusus terhadap hakim dan jaksa yang ditugaskan di Pengadilan Tipikor daerah.

Jangan sampai citra lembaga peradilan menjadi buruk lantaran proses persidangan dinilai tidak sesuai dengan harapan. Para pengadil harusnya benar-benar memberikan efek jera terhadap terdakwa tipikor. Jangan sampai ada pertimbangan keringanan yang membuat terdakwa menjalani hukuman tidak sesuai dengan kesalahan yang dilakukan. (ais)


Baca Juga
Berita Lainnya

Opini


Podium Rakyat