Tandai Wilayah Penyebaran HIV

106
Ilustrasi

radarlampung.co.id – Upaya pencegahan penyebaran virus human immunodeficiency virus (HIV) terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung. Hingga saat ini, lebih dari 2 ribu warga telah mendapatkan penyuluhan tersebut.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bandarlampung telah menandai wilayah yang menjadi perhatian penyebaran HIV. Ya, HIV sendiri merupakan satu virus yang dapat ditekan penyebarannya jika terdeteksi sejak dini.

’’Fokus utama di wilayah dekat pelabuhan, di Panjang, Bandarlampung. Kami targetkan bisa tersosialisasi ke lima ribu warga,” ujar Ketua KPA Bandarlampung dr. Wirman.

Dia menjelaskan, upaya ini menjadi langkah cepat menemukan warga yang sudah terkena HIV dan mencegah AIDS (acquired immune deficiency syndrome). Karena seorang yang sudah terdapat virus HIV di tubuhnya bisa ditekan penyebarannya.

Upaya itu dilakukan dengan memberikan ARV (anti retro viral). ’’Syaratnya harus tahu dulu, dari awal dia mengidap HIV. Kalau sudah, bisa diberikan ARV yang fungsinya menekan peningkatkan penyakit tersebut. HIV itu seperti fenomena gunung es, harus dicari dulu jalan keluar di sana. Untuk itu kita bisa menekan penyebaran virus HIV,” sambung dia.

Dengan menjalani pengobatan rutin, dan tidak melepaskan konsumsi obat ARV. Kalau di Lampung bisa diperoleh cuma-cuma di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). Pengidap HIV bisa bertahan hingga 10 sampai 20 tahun. Tampilannya seperti orang normal.

Fungsi ARV sendiri meningkatkan daya tubuh seseorang. Jika kondisi sehat, kesempatan virus lain yang ditularkan dari IMS (Inveksi Menular Seks) misalnya  bisa ditekan. Di sinilah pencegahan bisa dilakukan.

Dia menambahkan, tak ada larangan bagi penderita HIV untuk bisa menikah. Dengan catatan, rutin meminum ARV termasuk pasangan. ’’Kemungkinan anaknya tertular juga bisa tidak terjadi. Untuk itu kami harus turut memantaunya,” tukasnya. (rma/c1/sur)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here