Terdakwa Atur Pemenang Proyek Pasar Sukatani

296
Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi rehabilitasi pembangunan pasar tradisional di Desa Sukatani, Kalianda, Lampung Selatan, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (12/10). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi rehabilitasi pembanguan pasar tradisional di Desa Sukatani, Kalianda, Lampung Selatan, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (12/10). Mereka adalah Albert Asmara selaku PPK pada proyek tersebut, Sumarno (konsultan pengawas), dan Yohanes Sunaryo (rekanan).

Jaksa penuntut umum (JPU) Dwi Setyawan Kusumo menyatakan, ketiga terdakwa melanggar pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Melakukan, menyuruh melakukan, memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yang mengakibatkan kerugian negara,” kata jaksa Dwi Setyawan Kusumo.

Jaksa menyatakan, awalnya Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Lampung Selatan mendapat anggaran rehabilitasi pembangunan pasar tradisional Desa Sukatani pada 2012.

Albert bertindak sebagai PPK pada proyek yang bersumber dari APBN dengan anggaran sebesar Rp1,3 miliar tersebut. Dalam proses lelang, ada 17 perusahaan yang mendaftar. Kemudian terpilih tiga perusahaan, yakni CV Ricco, CV Fajar Mas, dan CV Kartika Buana.

Menurut Dwi, sebelumnya ada kerjasama antara Yohanes dan Sumarno. Dimana, keduanya sepakat untuk mengerjakan proyek tersebut. Syaratnya, Yohanes harus mengikuti pekerjaan sesuai gambar yang dibuat Sumarno.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here