Terduga Pembakar Polres Ternyata Anak Polisi

198
SIMULASI: Anggota Sabhara Polda Banten berusaha melumpuhkan orang tidak dikenal yang akan berbuat kejahatan di Pos Penjagaan Mapolda Banten, Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Kota Serang, Senin (13/11). FOTO JPG

radarlampung.co.id – Upaya Polri mengetahui identitas dua terduga pembakar Polres Dharmasraya menemukan fakta mengejutkan. Salah satu pelaku berinisial EFA diduga merupakan anak dari seorang anggota polisi yang berdinas di Polres Muarobungo, Jambi. Untuk memastikannya, Polri akan melakukan tes DNA.

Informasi yang didapat Jawa Pos (grup Radar Lampung) menyebutkan, orang tua EFA berinisial MN merupakan anggota kepolisian berpangkat Iptu. Setelah diperlihatkan foto-foto terduga pelaku yang beredar, MN mengakui bahwa salah satu terduga pelaku yang berambut panjang merupakan anak kandungnya.

Anaknya itu berinisial EFA. Namun, anaknya tersebut sudah tidak tinggal serumah dengannya dan tinggal dikontrakan di Jalan Damar, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Bungo, Jambi.

Terduga pelaku tinggal bersama istrinya berinisial EH (30) dan seorang anaknya. Profesi EFA merupakan pedagang es tebu. Dalam informasi itu juga disebutkan bahwa pihak keluarga meminta maaf atas perbuatan anaknya.

Dalam informasi tersebut, diketahui bahwa EFA pernah curhat kepada ibunya terkait niatnya untuk pergi ke Suriah buat bergabung dengan ISIS dan ikut berperang.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, memang identitas dari pelaku sudah diketahui, namun saat ini masih didalami untuk memastikannya. Apakah benar salah satu pelaku itu anak dari anggota kepolisian. ”Belum pasti semua itu,” jelasnya.

Cara memastikannya dengan melakukan tes DNA. Sebab, saat penggeledahan pada tubuh pelaku itu tidak ditemukan adanya kartu identitas apapun. ”Tidak ada identitas yang melekat,” jelasnya.

Tes DNA itu memerlukan contoh DNA dari pihak keluarga. Karena lokasi Dharmasraya cukup jauh hingga lima jam perjalanan, maka belum diketahui kapan tes DNA itu dilakukan. ”Saya belum dapat informasi kapannya,” ujarnya.

Soal jaringan teroris di balik penyerangan ke Polres, dia mengaku belum mengetahuinya. ”Jaringannya belum sampai kesana, masih panjang. Identitas saja masih dipastikan,” ungkapnya.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here