Tetap Larang Truk Batu Bara Lewat

250
Ilustrasi

radarlampung.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah menyikapi polemik penyetopan kendaraan pengangkut batu bara di Kabupaten Waykanan. Pemprov membolehkan angkutan batu bara melintas. Tetapi dengan catatan menggunakan mobil truk jenis engkel atau Colt Disel.

Namun, sikap Pemprov Lampung itu menuai kritik. Anwar Syaripudin, salah satu tokoh masyarakat Waykanan, mempertanyakan mengapa pemprov tak mengundang masyarakat. Tak hanya itu, pihaknya menagih janji pihak polres saat melewatkan ratusan truk batu bara saat penyetopan kali pertama.

Karenanya, lanjut dia, warga tetap akan melarang truk batu bara lewat. ’’Dan harus kembali ke asalnya. Karena kami berpegang pada undang-undang. Apa perda atau keputusan yang diambil Pemprov Lampung itu lebih tinggi dari undang-undang?” tanya Anwar kemarin.

Menurut Anwar, berdasarkan konsultasi perwakilan masyarakat dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Kementerian Energi SDM dan Kementerian Perhubungan angkutan bahan kimia dan angkutan alat berat yang dapat melintas jalan umum baru bisa dilaksanakan di Kalimantan. “Sementara di sumatera belum ada. Jadi jelas angkutan batubara itu ilegal,” katanya.

Jasurah, tokoh masyarakat lainnya juga prihatin dengan sikap pemprov yang memberi izin kendaraan batubara melintas. Sebab, menurut Jasurah, kendaraan pengangkut batubara telah merugikan rakyat.

“Dan lagi kita masyarakat Waykanan sama sekali tidak dilibatkan dalam keputusan itu. Sehingga dengan demikian kita tidak harus mengikutinya, melainkan kita tetap taat pada kesepakatan semula “ ujar Jasurah.

Sayangnya, Beta Juana SH Wakil Ketua DPRD Way kanan yang bertindak selaku juru bicara masyarakat dan DPRD Way kanan belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi wartawan koran ini, ponselnya dalam keadaan tak aktif.

Diberitakan, Asisten II Bidang Ekbang Setprov Lampung Adeham memberi opsi agar angkutan batubara dapat melintas. Yaitu angkutan batubara boleh melintas selama menggunakan truk jenis engkel atau colt disel.

Lalu truk engkel pengangkut batubara tak dibolehkan melintas pada malam hari. Hal tersebut dimaksudkan, agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Andriyanto Wahyudi menegaskan tidak akan mengizinkan angkutan batu bara melintas. Terkecuali menggunakan mobil engkel. “Boleh jalan tapi ikuti aturan dong. Nah kalau sudah ikuti aturan tapi masyarakat masih anarkis ya ada sikap ke masyarakatnya. Tapi kalau dari perusahaannya yang tidak taat aturan ya ada sikap juga ke perusahaannya. Kita nanti koordinasi sama Polres Waykanan,” tegasnya. (sah/c1/wdi)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here