Tiga Kesepakatan Antisipasi Kenaikan Harga

164
PANTAU HARGA: Tinjauan harga kebutuhan pokok yang dilakukan perwakilan Kementerian Perdagangan dan Dinas Perdagangan Lampung di Pasar Pasirgintung kemarin (20/4). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG

radarlampung.co.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Lampung mengambil kebijakan untuk mengantisipasi kenaikan harga serta ketersediaan sembako menjelang Ramadan serta momen keagamaan lainnya.  Ini dituangkan dalam tiga kesepakatan saat rapat terpadu di aula gedung perwakilan Bank Indonesia kemarin (20/4).

Rapat dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia,  produsen dan distribusi barang kebutuhan pokok, serta tim terpadu TPID kabupaten/kota.

Sekretaris Provinsi Lampung Sutono mengatakan, tiga kesepakatan itu adalah, seluruh TPID kabupaten/kota berkomitmen melakukan 4K. Yaitu menjamin ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi.

Kemudian, seluruh TPID diharapkan melakukan koordinasi dengan tokoh pemuda dan agama tentang pentingnya bijak dalam berbelanja, terutama saat Ramadan.

”Ketiga, TPID Lampung segera berkoordinasi dengan stakeholder dalam forum CSR untuk mendukung pasar murah bersubsidi,” kata Sutono dalam rapat tersebut.

Dilanjutkan, Lampung merupakan salah satu produsen bahan kebutuhan pokok masyarakat. Dimana, Lampung ikut membantu memenuhi kebutuhan luar provinsi seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten dan DKI Jakarta.

Namun menjelang hari besar keagamaan, terjadi kenaikan harga bahan pokok. Ini akan memberatkan masyarakat sebagai konsumen.

”Kita sudah tinjauan tadi. Ada beberapa yang akan menjadi evaluasi. Untuk itu, rapat kali ini bertujuan memastikan ketersediaan barang guna menjamin stabilitas harga. Lebih khusus menekan laju inflasi di Lampung,” paparnya.

Sementara Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya untuk mendorong nilai inflasi ke tingkat yang lebih rendah dari sebelumnya.

“Beberapa formula sudah kami terapkan.  Khususnya untuk menjaga nilai tiga komoditi yang menjadi pokok dasar. Minyak goreng, gula dan daging, khususnya daging beku,” kata Lasminingsih.

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here