Tiga Pembunuh dengan Mencangkul Alat Vital Korban Diciduk

18326
Krishna Murti

radarlampung.co.id – Aparat Polda Metro Jaya berhasil membekuk tiga pembunuh Eno Parihah alias Indah‎, perempuan yang tewas dengan gagang cangkul di alat vitalnya. Ketiga tersangka adalah RAM (15), IH (24), dan RA (20).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan ketiganya dianggap bersama-sama saling terkait dalam pembunuhan Eno. “Jadi tiga orang itu sudah ditahan,” kata Krishna saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (16/5).‎

Menurut Krishna, RAM adalah aktor utama dalam pembunuhan tersebut.‎ RAM juga masih mengenyam pendidikan di bangku SMP. Pada polisi, RAM mengaku baru mengenal Eno selama sebulan.

Pada malam kejadian, Kamis (12/5) sekitar pukul 23.30 WIB, antara RAM dan Eno sepakat janjian untuk bertemu di kamar Eno di Mess PT Polita Global Mandiri di Kampung Jatimulya RT 01/RW 04, Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Di sana, RAM mengaku mencumbu Eno. RAM lalu meminta berhubungan badan. Eno menolak, karena takut hamil. RAM kesal kemudian keluar dari kamar Eno. Saat berada di luar, RAM bertemu dengan dua tersangka lain yakni ‎IH dan RA. Dua orang tersebut lantas menginterograsi RAM, “Ngapain lu di sini? Lu pacarnya Indah.”

Sponsored Content
loading...

12 COMMENTS

  1. Saya sih bukannya belain RAM, klo liat dari artikelnya..ni pelaku memang takut dgn dua tersangka lain..sampe segitu teganya. Akhirnya mlah jd pelaku utama. Tapi ya sudahlah..nasi sdj jadi bubur. Belajar tanggungjawab.

  2. Waktu rekontruksi Selasa, sy ada disana. Famili sy kerja dsna. Suasananya serem. Ribuan warga dan pekerja pabrik mau ngeroyok tersangka saraf ini. Gara2 ada satu kelrga korban nyelinep diantara polisi trus nonjok. Rasain. Untung polisi gesit. Klo ngga tiga org ini ancur mayatnya. Hukum mati saja.

  3. Klo bisa dimatiin juga. Paling bntar lg komnas HAM koar-koar. Hukum mati dilarang, hukum kebiri ditolak…bukannya antipati sma Komnas HAM, sya sih bedoa aja keluarga, kerabat atau anak mereka jadi korban seperti ini. Pengen banget dengernya, ngomong apa mereka-mereka itu..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here