Unila Asuh Tiga PT

Foto: Ist
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Universitas Lampung jadi perpanjangan tangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti) dalam program Perguruan Tinggi (PT) Asuh.

Rencananya, hari ini sosialisasi program PT Asuh digelar. Program tersebut melibatkan tiga universitas program studi akreditasi C. Yakni Universitas Malahayati (5 prodi C), Universitas Muhammadiyah Lampung (8) dan Universitas Muhammadiyah Metro (prodi C/proses ada 10).

’’Ya, besok (hari ini, Red) kami mengajak tiga universitas tersebut untuk menyosialisasikan pembinaan oleh Unila dalam program PT Asuh. Rencananya dilaksanakan di Rektorat Unila lantai 2,” jelas anggota Tim PT Asuh Unila  Ir. Sutikno, M.Sc., Ph.D. mewakili Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unila Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si.

Dosen Teknologi Hasil Pertanian Unila ini menjelaskan, PT Asuh Unila melakukan pemilihan PTS asuhan dengan berbagai mekanisme. Di antaranya PTS sedang tak dalam sengketa hukum, usia PTS relatif sudah lama di atas 10 tahun, dan memiliki prodi dengan akreditasi C. Juga memiliki prodi baru cukup banyak.

Berdasarkan hasil inventarisasi dan survei, terpilihlah tiga PTS tersebut. Sutikno menjelaskan, tujuan dari program PT Asuh salah satunya mendorong  proses peningkatan mutu PTS asuhan mencapai akreditasi terbaik. Lalu untuk mendorong terlembaganya dan berfungsinya sistem penjaminan mutu (SPM)  berkelanjutan di PTS asuhan.

“Bahkan, untuk meningkatkan jumlah program studi yang mendapatkan  layanan  mutu dan terakreditasi baik ( minimal B),” Ucapnya.

Sutikno menyampaikan dalam sosialisasi ini berfokus pada indikator utama. Yakni pemetaan implementasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI)  di 3 PTS  asuhan, dan akselerasi peningkatan akreditasi/reakreditasi prodi dan institusi di masing-masing prodi dan PTS Asuhan.

’’Implementasi SPMI di masing-masing 3 PTS asuhan akan dilihat dari dokumen perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penyempurnaan yang sudah, sedang, dan akan dibuat,” jelasnya. (gie/c1/wdi)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY