Unila Bertanggung Jawab Tingkatkan Mutu PTS

- Advertisement -

BANDARLAMPUNG – Sebanyak 4.468 perguruan tinggi (PT) yang terdiri dari 125 PT negeri (PTN), 3.436 PT swasta (PTS), serta 903 PT kementerian dan badan/lembaga tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya seribu di antaranya yang telah terakreditasi. Sementara sisanya belum atau sedang menjalani proses akreditasi.

Berdasarkan data yang ada, per 2017, baru 50 PT yang terakreditasi A. Di mana 42 di antaranya merupakan PT di Pulau Jawa, enam di Sumatera termasuk Universitas Lampung (Unila), Universitas Hasanudin (Unhas), dan Universitas Udayana (Unud).

Kemudian, data 1 September 2016 diketahui program studi (prodi) terakreditrasi A hanya berjumlah 2.219, akreditasi B (8.554), dan akreditasi C (8.130). Sedangkan sisanya, 6.022 prodi, belum atau baru memasuki proses akreditasi.

Disisi lain, peningkatan jumlah prodi serta PT yang terakreditasi unggul dari waktu ke waktu merupakan salah satu tolak ukur kinerja Rencana Strategi Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Renstra Ditjen Belmawa).

’’Tetapi dengan jumlah yang sebegitu banyaknya, Kemenristek Dikti tidak bisa bekerja sendiri. Karena keterbatasan SDM dan waktu. Perlu adanya sinergitas antara PT yang unggul agar bisa merangkul PT lain,” kata Ketua LP3M Unila Prof. Murhadi, kemarin.

Hal ini lah yang kemudian membuat Kemenristek Dikti memutuskan untuk mengambil 26 dari 50 PT unggul, termasuk Unila di dalamnya, untuk melaksanakan hibah program PT asuh 2017.

Dalam proses penerapannya, Unila menjalin kerjasama dengan 3 PTS yang ada di Lampung. Diantaranya Universitas Malahayati, Univeristas Muhamadiyah Lampung, dan Univeristas Muhammadyah Metro. Penandatangan kerjasama (MoU) dilakukan di ruang rapat Rektor Unila, kemarin (13/7).

’’Berdasarkan hasil inventarisasi dan survey yang dilakukan terhadap status akreditasi prodi dan institusi pada beberapa PTS di Lampung. Maka, dipilihlah tiga PTS tersebut,” katanya lagi.

Murhadi menyebutkan, di Univeristas Malahayati sendiri ada lima program studi (prodi) baru yang masih terakreditasi C, kemudian 10 di Univeristas Muhammadyah Metro, dan delapan di Universitas Muhammadiyah Lampung.

’’Tetapi dari jumlah itu, memang ada beberapa prodi yang sudah menjalani proses akreditasi. Nantinya program ini juga akan kita lakukan selama empat bulan kedepan, dengan pendampingan ketat pada masing-masing PTS,” tutur Murhadi.

Terkait program tersebut, Rektor Universitas Muhammadyah Lampung Dr. Agus Fahrudin mengaku antusias dan berterimakasi kepada Unila. ’’Memang masih ada prodi yang teraktreditasi C, dan itu semua prodi baru yang sudah berjalan selama dua tahun ini,” sebutnya.

Dia juga berharap dengan adanya program itu, dapat membantu PTS dalam meningkatkan mutu sehingga masyarakat tidak lagi terpaku pada pendidikan di PTN saja.

Rektor Unila Prof.  Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin mengaku, pihaknya membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi PTS lainnya yang ingin bergabung dalam program tersebut, dengan pembiayaan dari Unila dan PTS yang bersangkutan.

’’Karena kalau masih ada yang menganggap enteng PTS di Lampung itu menjadi beban tersendiri bagi saya. Saya merasa itu masih menjadi tanggungjawab kami selaku pemimpin perguruan tinggi terbesar di Lampung,” tandasnya. (ega/c1/nui)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY