USS Carl Vinson Mendekat, Militer Korut Siaga Perang

297
SIAGA: Kapal induk USS Carl Vinson ketika melintasi Selat Sunda, Indonesia, pada 15 April 2017. FOTO DOKUMENTASI REUTERS

radarlampung.co.id – USS Carl Vinson semakin mendekati Semenanjung Korea. Minggu waktu setempat (23/4), kapal induk bersenjata lengkap milik Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) ini menggelar latihan perang dengan militer Jepang di Laut Filipina. Pekan ini, kapal beserta unit tempurnya tiba di Laut Jepang.

Menjelang kehadiran USS Carl Vinson di wilayahnya, Pyongyang kembali melontarkan ancaman. Melalui situs resmi pemerintah dan harian Rodong Sinmun, surat kabar pro pemerintah, Kim Jong-un, pemimpin tertinggi Korea Utara, menyatakan siap menggempur Washington. Itu terjadi jika kehadiran kapal induk Negeri Paman Sam tersebut membuat ketegangan dua Korea kian tinggi.

Sejak Presiden AS Donald Trump memerintahkan USS Carl Vinson menuju sisi barat Samudra Pasifik, Pyongyang menuding AS telah melakukan provokasi. Kehadiran kapal induk tersebut, menurut Jong-un, bisa memicu pecahnya kontak senjata di Semenanjung Korea. Tetapi, Korut mengaku tidak akan terpengaruh provokasi yang mereka sebut sebagai pemerasan militer itu. Sebab, Korut punya kekuatan untuk membalas.

’’Provokasi seperti itu mungkin membuat seekor ubur-ubur merasa terancam. Tetapi, itu tidak akan pernah berhasil untuk memengaruhi DPRK (nama resmi Korea Utara),” bunyi Rodong Sinmun pada halaman editorialnya kemarin. Sejak akhir pekan, media milik Partai Komunis Korut tersebut rutin menurunkan tulisan tentang USS Carl Vinson. Koran itu terus-menerus menyebut AS memprovokasi perang.

Minggu lalu, Rodong Sinmun melaporkan bahwa Pyongyang siap menenggelamkan USS Carl Vinson dengan sekali tembak jika berulah. ’’Pasukan Korut sudah siaga dan kapan pun bisa diperintah untuk menembak kapal bertenaga nuklir itu. Dengan sekali tembak, kapal akan tenggelam”. Demikian bunyi tulisan yang bersumber dari pejabat militer Korut tersebut.

Terpisah, situs propaganda Korut Uriminzokkiri menyatakan bahwa kehadiran USS Carl Vinson di Semenanjung Korea menjadi bukti invasi AS. Situs itu juga menyebut kapal induk yang bertolak dari Singapura pada awal bulan tersebut sebagai sinyal perang. ’’Itu bukti invasi (AS) terhadap Korut semakin nyata dari hari ke hari,” terang salah seorang petinggi militer Korut dalam laman Uriminzokkiri.

Petinggi militer yang merahasiakan namanya itu lantas membandingkan provokasi AS di Semenanjung Korea dengan serangan Tomahawk di Suriah. Tetapi, jika itu yang Washington jadikan patokan, dia menganggap AS salah besar. Sebab, Korut tidak sama dengan Suriah yang diam setelah dihujani Tomahawk. Jika AS menyerang atau berulah di Semenanjung Korea, Pyongyang akan langsung membalas.

’’Dunia akan menyaksikan sendiri kapal induk bertenaga nuklir milik AS berubah menjadi besi rongsokan dan kandas di dasar laut. Dunia akan menyaksikan juga bagaimana sebuah negara bernama Amerika lenyap dari muka bumi,’’ ancam Pyongyang lewat media propagandanya.

Terkait eskalasi di Semenanjung Korea itu, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengimbau semua pihak tetap berkepala dingin.

Diberitakan sebelumnya, ketegangan AS dan Korut meningkat setelah akhir pekan lalu Pyongyang mengujitembakkan rudal. Kabarnya, aktivitas di sekitar kompleks nuklir Korut belakangan ini juga meningkat. Media Korea Selatan (Korsel) menduga Kim Jong-un sedang mempersiapkan uji nuklir keenam. Jika itu terjadi, AS mengaku tidak segan melancarkan aksi militer terhadap Korut.

Namun, Pyongyang bergeming. Ancaman dan teguran AS serta masyarakat internasional tidak membuat Jong-un melunak. Sebaliknya, putra bungsu mendiang Kim Jong-il itu malah mengaku semakin tertantang meningkatkan program senjata nuklir. Pekan ini, diwakili seorang petingginya, pemerintahan Jong-un malah ganti mengancam melancarkan serangan nuklir ke AS jika terus-menerus ditekan.

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence tanpa banyak basa-basi menegaskan, unit tempur AS itu akan tiba di wilayah Korea dan Jepang pekan depan. Dia tidak mau berkomentar tentang dugaan adanya kesalahpahaman dan salah instruksi. ’’Yang perlu diketahui rezim Korut adalah AS punya personel, persenjataan, dan pengaruh di kawasan ini. Kami akan membela kepentingan dan keamanan sekutu-sekutu kami,” tegasnya. (afp/reuters/jpg/c1/fik)

Sponsored Content
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here