Wahai Dermawan, Tolonglah Gadis Waykanan Ini!

Herlina Fitri dan kondisi kelainan tulang belakangnya. Foto: dokumen keluarga for radarlampung.co.id
- Advertisement -

radarlampung.co.id – Malang nasib Herlina Fitri (18) bin Hasri, warga Dusun 4/Pematangkasih, Desa Waytuba, Gununglabuhan, Waykanan. Sejak SD hingga kelas satu SMA, tulang belakangnya melengkung. Dalam kedokteran kondisi ini disebut skoliosis.

Akibatnya, anak kedua dari tiga bersaudara itu sulit bernapas dan nyeri berkepanjangan. Ia pun sering tidak masuk sekolah sehingga tidak naik kelas. Tingkat pendidikannya kini sudah disusul adiknya, Firman (16), yang juga kelas satu SMA, meski beda kelas.

’’Karena ketidakmampuan biaya pengobatan, Herlina hanya berobat ke bidan kampung. Biasanya diberi obat pereda nyeri yang sama sekali tidak berefek pada penyakitnya,” papar kakaknya, Elina Fitri, kemarin (20/2).

Menurut dia, keluarganya pernah membawa Herlina ke dokter di Baradatu pada 2009 untuk rontgen. Tetapi, keluarga belum juga mengetahui sakitnya. ’’Dan baru setelah saya bekerja di Jakarta, saya cari di Google tahu namanya skoliosis. Dia juga tidak mampu menahan buang air kecil maupun besar,” paparnya.

Keluarga selanjutnya memeriksakan Herlina ke salah satu rumah sakit swasta di Bandarlampung hingga dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM). ”Di RSUDAM katanya harus diterapi dengan baju besi. Biayanya Rp8-9 jutaan. Saat itu kami belum pakai jamkesmas dan terpaksa bawa adik pulang lagi,” terusnya.

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY