Yuk, Jadi Ortu Asuh Anak Berkebutuhan Khusus di Growing Hope Bandarlampung

Suasana belajar di Growing Hope, Bandarlampung. Foto Istimewa
- Advertisement -

Radarlampung.co.id – Para orangtua sering kesulitan mencari sekolah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Karena pendidikan bagi mereka perlu penanganan khusus dan ribet. Sedangkan dari sisi bisnis kurang menguntungkan. Padahal mereka yang menyandang disabilitas intelektual dan autisme juga butuh pendidikan yang layak sebagai anak-anak bangsa.

Adalah Growing Hope di Jalan Pulau Buton Perum Palmsville Residence Blok A 1-3, Wayhalim yang dapat menjadi alternatif. Menariknya, sekolah ini menyediakan lapangan pekerjaan untuk ABK. Terpenting, tak melulu bicara bisnis. Ini bisa dilihat dari 30 persen anak didiknya yang berasal dari keluarga tak mampu dan tidak dapat membayar biaya sekolah.

Padahal, lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Harapan Masa Depan Lampung ini, butuh operasional tak kecil setiap bulannya. Untuk 23 guru yang mengajar 50 orang siswa. Untuk itulah, agar sekolah bisa tetap memenuhi kebutuhan siswa, yayasan menggelar program orangtua (ortu) asuh. Mengajak siapapun yang terpanggil untuk berbagi dan mengambil peran bagi siswa tak mampu.

Ada beberapa program orangtua asuh. Yakni Good Program Rp100 ribu per bulan; Great Program Rp250 ribu; dan Excellence Program Rp500 ribu per bulan. Seluruh program itu dengan jangka waktu yang dapat dipilih masing-masing 3, 6, atau 12 bulan. Yang berminat dapat menghubungi Growing Hope di nomor handphone (HP) 081366220377 atau transfer uang ke Bank Permata di nomor rekening 4104674343 atas nama Maria Novitawati dan Margaretha Saniati.

”Pada awal berdiri 2007 hingga 2011, kami baru melayani terapi. Tetapi karena kebutuhan pendidikan untuk ABK mendesak, yayasan pada tahun 2012 membuka Growing Hope yang punya makna tempat menyemai harapan, ” papar Ketua Yayasan Maria Novitawati didampingi Sekretaris Fransisca Kilik.

Yayasan yang mempunyai tagline “Berbagi Kasih dan Pengharapan Untuk Mereka yang Istimewa” ini, membuka sekolah dari jenjang TK sampai SMA. ”Growing Hope adalah sekolah dan juga pusat layanan terapi bagi ABK dengan kasus autisme dan disabilitas intelektual,” imbuh Maria.

Fransiska menambahkan, yayasan selain memberikan pendidikan melalui Growing Hope, juga berupaya menyediakan lapangan kerja. ”Kami memiliki target dapat membangun workshop agar dapat menjadi tempat bekerja bagi ABK,” jelas Fransiska. (rls/ade)

- Advertisement -
loading...

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY