Baner
Hari Ini!  Rabu, 8 September 2010
Home All Sport Era Pit Stop Dua Detik

Era Pit Stop Dua Detik


Share |
E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Jumat besok (12/3), persaingan Formula 1 2010 dimulai dengan babak latihan Grand Prix Bahrain di Sirkuit Sakhir. Untuk menikmati balapan tahun ini, penggemar perlu membiasakan diri dengan banyak hal. Khususnya proses pit stop yang akan berlangsung jauh lebih cepat.

Ulasan AZRUL ANANDA

MUNGKIN tidak banyak penggemar yang ingat masa-masa sebelum 1994. Tepatnya masa-masa saat pengisian bahan bakar di tengah lomba tidak diperbolehkan di Formula 1.
Hingga 1993, para mekanik tak perlu pakai baju antiapi. Kadang cukup pakai kemeja rapi dan celana pendek, lalu ikut ’’menyervis” mobil saat pit stop. Karena tidak ada pengisian bahan bakar, risiko api sangatlah kecil. Cukup copot ban lama, pasang ban baru, dan mobil kembali melaju.
     Empat sampai lima detik sudah cukup.
Nah, masa-masa seperti itu kembali dimulai pada musim 2010 ini. Tidak ada lagi pengisian bahan bakar di tengah lomba.
     Soal baju personel masih macam-macam. Saat latihan pit stop dalam beberapa uji coba, tim-tim punya baju beda-beda. Ferrari masih pakai overall yang tahan api, sedangkan beberapa tim lain lebih kasual. McLaren-Mercedes dan Red Bull-Renault, misalnya, cukup pakai baju harian para personel.
     Bedanya dengan dulu: Sekarang para personel pit stop tampak lebih tertib pakai helm. Meski ketika lomba di Bahrain Minggu nanti (14/3), belum tentu semua memakai perlengkapan superkomplet.
     Beda lain dengan dulu: Kecepatan.
     Tahun ini, tidak perlu empat sampai lima detik untuk mengganti empat ban. Berdasarkan latihan saat uji coba, dua sampai tiga detik sudah cukup! Prosesi pit stop, tampaknya, tidak akan lagi menjadi tontonan yang memuaskan!
Memang, cara menghadapi lomba sekarang beda dengan tahun lalu. Mulai di Bahrain nanti, semua pembalap akan mengawali lomba dengan tangki besar yang penuh. Bila tahun lalu cukup membawa 80 kilogram di awal lomba, kini harus membawa lebih dari 170 kilogram. Harus cukup untuk seluruh kebutuhan lomba, plus lap ’’pendinginan” dan menyisakan lagi sedikit untuk pengecekan pengawas lomba.
’’Di awal lomba, pembalap akan merasa seperti membawa penumpang ekstra,” kata Neil Oatley, salah satu petinggi teknis McLaren-Mercedes.
Kecepatan mobil di awal dan akhir lomba bisa sangat ekstrem. Bisa selisih lebih dari empat detik per putaran!
    Kunci kemenangan kini bukan lagi pada strategi bahan bakar. Kunci sekarang ada pada pemakaian ban. Siapa lebih mampu menghemat pemakaian ban, dia yang berpeluang lebih besar meraih kemenangan.  
    Apalagi, saat start lomba, sepuluh mobil terdepan harus memakai ban dan setelan yang sama dengan ketika sesi terakhir kualifikasi, sehari sebelumnya. Padahal, saat kualifikasi mereka biasanya memakai ban paling lunak, dan hanya membawa sedikit bahan bakar.
    Di awal lomba, pembalap itu pun harus memakai ban lunak namun membawa jauh lebih banyak bahan bakar. Risikonya, ban cepat habis, dan harus pit stop ganti ban sesegera mungkin. Dan itu menguntungkan pesaing yang mampu menghemat ban atau mengawali lomba dengan ban keras.
    Sama seperti tahun lalu, sepanjang lomba pembalap wajib memakai kedua jenis ban yang disediakan Bridgestone. Yang keras maupun yang lunak. Urutan pemakaian terserah, berapa kali ganti terserah (batasan total 11 set sepanjang akhir pekan).
    Karena pemakaian ban menjadi kritis, maka informasi tentang itu menjadi sangat mahal. Beruntung bagi kita, Bridgestone bersedia berbagi informasi, dari data yang mereka dapatkan selama uji coba bulan Februari lalu.
    Hasilnya: Empat tim teratas disebut berimbang. Ferrari, McLaren-Mercedes, Mercedes GP, maupun Red Bull-Renault dianggap menggunakan ban dengan tingkat keborosan setara.
    “Ketika membawa (bahan bakar) 150 kilogram untuk start, dengan ban lunak maupun medium, tidak banyak perbedaan (di antara mereka). Jadi, kita bisa mengharapkan persaingan yang ketat,” ungkap Hirohide Hamashima, direktur pengembangan ban balap Bridgestone.
    Soal pemakaian ban ini, lanjut Hamashima, kuda hitamnya adalah BMW Sauber-Ferrari. Mobil Sauber C29 dianggap sangat hemat ban, dan sangat konsisten dalam pemakaian ban. Sehingga, Pedro de la Rosa dan Kamui Kobayashi bisa mengejutkan banyak orang di Bahrain, akhir pekan ini. Mereka bisa lebih banyak memakai ban lunak yang lebih cepat, sementara yang lain harus lebih banyak memakai ban keras atau medium.
    Potensi keunggulan itu diakui pula oleh BMW Sauber. “Itu akan membuat strategi kami lebih fleksibel. Tidak perlu dipaksa cepat-cepat ganti ban,” ujar Willy Rampf, bos teknis BMW Sauber.
    BMW Sauber bikin kejutan? Makin penasaran rasanya mengikuti lomba pertama di Bahrain! (wan)

Add comment


Security code
Refresh

 

All Soccer

Swiss v Inggris: Kaya Taktik
article thumbnailBASEL – Inggris menghadapi ujian berat di lanjutan kualifikasi Euro 2012. Setelah menang relatif mudah 4-0 atas Bulgaria Jumat lalu (3/9), Three Lions –sebutan Inggris– ditantang Swiss. Dari...

Piala Dunia 2010

Skuad Emas Spanyol
article thumbnailMADRID – Setelah menanti selama 76 tahun, Spanyol akhirnya memetik gelar Piala Dunia pertamanya....

Sportainment

Penampilan Pertama setelah Berpisah
article thumbnailUNTUK kali pertama sejak berpisah dari Ashley Cole, suaminya, Jumat (19/3) malam Cheryl Cole muncul di televisi Inggris, BBC1, untuk mengisi acara amal Sport Relief. Cheryl nampak begitu...