PEBASKET Tiongkok Yao Ming akan menjadi seorang ayah. Menurut perkiraan, bayi pasangan Yao Ming dan eks pebasket putri Ye Li akan lahir antara Mei dan Juli 2010. Sang bayi akan berjenis kelamin perempuan. Perbincangan hangat terjadi di negeri Tirai Bambu soal kewarganegaraan dari anak center Houston Rockets itu.
Diberitakan USA Today, kini Yao dan istrinya telah kembali ke Amerika Serikat. Bila lahir di AS, sang anak bisa mendapatkan kewarganegaraan negeri Paman Sam. Sebenarnya sang anak bisa juga didaftarkan sebagai warga negara Tiongkok. Namun, negeri Tirai Bambu tidak mengenal kewarganegaraan ganda.
Pembicaraan soal kewarganegaraan menghiasi forum-forum di dunia maya di Tiongkok. Ada yang pro, ada pula yang kontra.
’’Adalah hal bodoh jika tidak ingin menjadi warga AS. Tiongkok hanya menjadi surga bagi pejabat, tapi neraka bagi rakyat biasa," demikian menurut penggemar bernama Limin seperti yang dikutip situs populer sina.com.
’’Yao Ming adalah seorang individu, bukan alat politik. Ia punya hak untuk memilih di mana anaknya akan dilahirkan, seperti apa tindakan medis yang membantu proses kelahiran, dan juga pendidikan apa untuk sang anak. Kewarganegaraan tidak ada hubungannya dengan loyalitas," tulis pendapat lain dalam situs basket Hoop China.
Juru bicara keluarga Yao, Zhang Mingji, menolak untuk membicarakan soal ini. Zhang menerangkan bahwa pebasket Houston Rockets itu kembali ke AS untuk melanjutkan proses pemulihan cederanya.
Seperti diberitakan media pemerintah Tiongkok, ilmuan memperkirakan putri Yao nantinya akan tumbuh hingga setinggi 1,86 meter, sedikit lebih pendek dari sang ibu Ye Li (1,9 meter). Nantinya anak Yao diharapkan menjadi pebasket masa depan negeri Tirai Bambu. (net/erw)



