BUMIAGUNG – Luken Pristiawan (25) menyembelih ibu kandungnya, Sunarti (42), warga Desa Donomulyo, Kecamatan Bumiagung, Lampung Timur, pukul 09.30 WIB kemarin. Tindakan sadis itu ia lakukan karena ibunya selingkuh.Pemuda pengangguran itu langsung diamankan ke Mapolres Lamtim. Polisi juga menyita barang bukti (BB) berupa besi sepanjang satu meter, pisau dapur, dan kapak yang dipakai tersangka menyembelih ibunya.
Saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Lamtim, tersangka mengaku nekat melakukan perbuatan itu karena kesal dengan ulah ibunya yang dianggapnya telah berselingkuh dengan lelaki lain sejak dua tahun lalu. Menurut tersangka, sebenarnya dia telah berulang kali mengingatkan ibunya untuk tidak berselingkuh dengan lelaki lain. Sebab, tersangka kasihan dengan Didi Sumardiono (45), bapaknya, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pemecah batu. Namun, setiap kali diingatkan, ibunya justru tidak terima dan marah. Karena tidak tahan dimarahi ibunya, akhirnya tersangka memilih jarang tidur di rumah.
Puncaknya pagi kemarin ketika tersangka baru pulang dari rumah kerabatnya yang juga ada di Desa Donomulyo dan melihat ibunya sedang memasak di dapur. Ketika itu, tersangka yang sudah lama memendam rasa kesal langsung membekap ibunya. Kemudian dijatuhkan ke lantai dapur yang masih tanah.
Setelah itu, tersangka langsung mengambil sebilah pisau yang ada di dapur dan disabetkan ke arah leher korban. Pada sabetan pertama, korban sempat berusaha menangkis dengan menggunakan lengan kirinya hingga mengakibatkan luka sayat. Mendapat perlawanan korban, tersangka semakin beringas dan kembali melancarkan serangan ke arah leher dalam kondisi korban terbaring di lantai. Tak ayal, leher kiri korban mengalami luka robek sepanjang 15 cm dengan kedalaman 5 cm.
Kendati demikian, korban masih berusaha meronta sehingga tersangka langsung mengambil sebatang besi kemudian dipukulkan ke arah muka korban dan mengenai bagian mata serta pelipis kiri. Korban akhirnya tidak dapat melakukan perlawanan lagi. Namun, tersangka yang sudah kalap justru mengambil sebuah kapak. Kemudian diayunkan ke arah leher korban.
Setelah korban tidak sadar, tersangka langsung menyeretnya ke arah comberan yang berada di belakang dapur. Pada waktu itu, di rumah hanya ada korban dan tersangka sehingga tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut. Sebab, bapaknya sedang bekerja. Sementara, kakak tersangka sudah berkeluarga dan adiknya sedang sekolah.
’’Sudah lama, saya memang kesal dengan tingkah laku ibu. Dengan ibu tidak ada, semoga bapak tidak lagi merasa sedih karena dikhianati,’’ urai tersangka yang mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap ini.
Kejadian itu akhirnya terungkap ketika ada salah seorang warga yang melintas dan melihat tersangka sedang duduk di dekat tubuh korban yang bersimbah darah. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Bumiagung yang berjarak 600 meter dari rumah korban. Mendapat laporan itu, petugas Polsek Bumiagung dipimpin Kapolsek Iptu Sudarso segera mengamankan tersangka.
Selanjutnya, petugas juga membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana untuk divisum. Untuk menghindari segala kemungkinan, akhirnya tersangka dibawa ke Mapolres Lamtim berikut BB berupa sebilah pisau, sebuak kapak, dan sebatang besi guna penyidikan lebih lanjut.
Sementara di rumah duka, sejumlah warga sekitar yang sedang melayat menyatakan, sepengetahuan mereka korban tidak pernah berbuat macam-macam. Namun, mereka membenarkan sering mendengar tersangka dan korban bertengkar mulut. Selain itu, sejumlah warga sekitar juga menduga aksi pembunuhan bermula dari kebiasaan tersangka mendalami ilmu gaib.
Sedangkan hingga kemarin suami korban beserta kakak dan adik tersangka belum dapat dimintai keterangan. Mereka memilih berdiam diri di dalam rumah serta hanya kerabat dan tetangga terdekat yang bersedia mereka temui. Siang kemarin, jenazah korban langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Donomulyo.
Kapolres Lamtim AKBP M. Nurokhman melalui Kasatreskrim AKP Heru Irianto menjelaskan, guna pengembangan penyidikan, pihaknya juga akan membawa tersangka ke Rumah Sakit Jiwa untuk memeriksa kondisi kejiwaannya. Pasalnya, saat menjalani pemeriksaan dan menuturkan kronologis aksi pembunuhan itu, tersangka mengaku sama sekali tidak menyesal telah membunuh ibu kandungnya sendiri. Bahkan, tersangka juga mengaku perbuatan itu dilakukan dengan sadar. (*)









