Korban curat kali ini Kepala Madrasah Aliah Negeri (MAN) Baradatu, Kabupaten Waykanan, Nursaad (41). Peristiwa yang menimpa warga Talangpadang, Tanggamus, itu terjadi di halaman parkir Masjid Al-Amanah Kelurahan Kelapatujuh, Kotabumi Selatan, Lampura, atau sekitar 30 meter dari kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi pukul 12.30 WIB kemarin (27/8).
Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang tersebut memecahkan kaca samping kanan mobil Kijang warna hitam BE 2170 CG milik korban. Dari aksi itu, pelaku menggasak dua tas warna hitam yang berisi surat-surat berharga, laptop merek Axsin, serta ijazah asli SD, SMP, dan SMA atas nama Supriyadi, adik korban. Selain itu, tas lainnya berisikan kartu ATM, buku tabungan, dan uang tunai sebesar Rp8 juta.
Menurut keterangan Nursaad ketika ditemui di lokasi kejadian, siang itu ia hendak pulang dari MAN Baradatu. Sampai di Kotabumi, ia menghentikan mobilnya untuk melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Amanah. Lalu, ia memarkirkan mobilnya di halaman masjid tersebut.
Setelah salat Jumat, Nursaad menuju mobilnya. Tetapi alangkah terkejutnya ketika ia melihat kaca samping kanan mobilnya hancur. Selanjutnya, ia mengecek barang-barang yang disimpannya dalam mobil. Dan ternyata, dua tas warna hitam yang berada di dalam mobil sudah tak ada lagi.
Dari pantauan di lokasi kejadian, jamaah usai melaksanakan salat Jumat langsung mendatangi untuk melihat kondisi mobil dan korban. Selanjutnya, anggota Polres Lampura yang mengetahui kejadian itu langsung terjun ke lokasi.
Sementara, sepasang calon pengantin kemarin (27/8) dibegal dua orang tak dikenal dengan senjata api (senpi) di jalan lintas Sumatera (jalinsum) Km 48 Desa Bandarputih, Kecamatan Kotabumi Selatan, sekitar pukul 11.30 WIB.
Kali ini korbannya Bastamarsyah (24), warga Kelurahan Bukitkemuning, Kecamatan Bukitkemuning, Lampura dan Eka Novita (23), warga Gunuglabuhan, Kabupaten Waykanan. Selain merampas sepeda motor Yamaha Zupiter Z yang baru dibeli korban, kawanan begal tersebut juga berhasil membawa dompet milik Eka Novita yang disimpan di bawah jok. Dalam dompet berisi surat-surat motor, ATM, buku tabungan, dan uang tunai Rp3 juta.
Menurut Eka, ia bersama Bastamarsyah dari rumah hendak menuju kantor Samsat Kotabumi untuk membayar pajak motor. Dalam perjalanan menuju Kotabumi, tiba di jalinsum Km 48, kendaraan mereka langsung disalip kedua pelaku yang mengendarai motor Honda Supra X 125 BE 7714 JW yang datang dari arah belakang.
’’Kedua pelaku memepet motor kami sambil mematikan kunci kontak. Kemudian, mereka langsung mendorong motor hingga kami terbalik,” ujarnya.
Ketika jatuh dari sepeda motor, lanjut Eka, salah seorang pelaku menodongkan senpi ke kepalanya. Lalu, pelaku itu berkata: ’’Jangan melawan, jangan melawan, nanti kamu saya tembak”. Saat itu, Bastamarsyah tidak dapat berbuat apa-apa. Karena kakinya tertimpa sepeda motor dan merintih kesakitan.
Masih di wilayah hukum Polres Lampura, pada hari Kamis (26/8) terjadi aksi penodongan. Kali ini dilakukan seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Kecamatan Bahuga, Kabupaten Waykanan, Norman Djohan (35). Tersangka melakukan penodongan terhadap kasir sebuah minimarket yang terletak di Jalan Kapten Mustofa, Kelurahan Tanjungharapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, pukul 15.00 WIB.
Selain Norman, petugas juga mengamankan barang bukti (BB) satu unit handphone (HP) merek Cross dan sebuah pisau cutter yang digunakan tersangka untuk menodong. Kini, Norman diamankan di Mapolres Lampura.
Kasatreskrim AKP Edhi Cahyono mewakili Kapolres Lampura AKBP Lukas Akbar Abriari ketika dikonfirmasi kemarin membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, setelah mendapat informasi dari warga adanya kejadian itu, pihaknya langsung meluncur ke lokasi dan mengamankan tersangka. (ari/rnn/een)









